Meraih Sejuta Peluang Investasi di Banten


Banten terus menjadi magnet bagi para investor. Beberapa negara tetangga seperti Singapura, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat gencar berinvestasi di Tanah Jawara ini. Selain letak geografis yang dekat dengan ibu kota, Banten juga  ditunjang oleh infrastruktur yang sangat baik, yaitu dengan Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Jalan Tol Jakarta-Merak, Jaringan Jalan Kereta Api Jakarta-Rangkasbitung-Merak dan yang terbaru dan sedang dibangun adalah Tol Serang-Panimbang.

Pada tahun 2016 Pemerintah Jokowi telah menetapkan proyek strategis dan mekanisme percepatan pembangunan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan pada 3 Januari 2016. Proyek strategis nasional tersebut diantaranya, pembangunan Tol Serang-Panimbang, Tol Kunciran-Serpong, Tol Serang-Cinere, dan Tol Serpong-Balaraja.

Kemudian, proyek kereta api ekspres Soekarno Hatta-Sudirman, dan pengembangan Bandara Soetta. Lainnya, Energi asal sampah kota-kota besar di Tangerang, Waduk Karian, Waduk Sindangheula, KEK Tanjung Lesung, serta percepatan infrastruktur transportasi, listik, air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSN) Tanjung Lesung.

Untuk mendukung kegiatan investasi sektor industri Provinsi Banten menyediakan tiga kawasan industri yang masuk dalam program Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yakni,  Kawasan Modern Cikande Industrial Estate di Kabupaten Serang seluas 1.800 hektar, Kawasan Industri Wilmar Bojonegara di Kabupaten Serang seluas 800 hektar, dan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) di Kota Cilegon seluas 570 hektar.

Pemprov Banten terus mendorong agar investor yang bergerak dibidang industri melakukan investasi di kawasan industri. Sebab, selain mempermudah proses perizinan, melakukan kegiatan penanaman modal sesuai dengan area yang sudah ditetapkan akan menjaga iklim dan daya saing investasi daerah. 

Selain Kawasan Industri, investasi sektor pariwisata juga memiliki daya tarik tersendiri. Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang juga menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).  Dengan lahan 1.500 ha dan garis pantai ± 13 KM, nilai investasi di kawasan ini diperkirakan mencapai Rp 4,83 triliun dan ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang.

Kawasan itu memiliki culture heritage karena lokasinya dekat dengan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Gunung Anak Krakatau dan Pulau Umang. KEK Pariwisata itu akan dibangun di area seluas 1.300 hektare, di dalamnya akan dibangun berbagai sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan, termasuk hotel dengan berbagai kelas, Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata dan sarana pendukung lainnya.

Sektor Investasi yang Diminati

Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMA maupun PMDN dalam kurun 5 tahun terkahir ialah sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik, Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, dan industri makanan. Peluang investasi di sektor industri hulu logam sangat menjanjikan, hal ini lantaran kebutuhan baja dalam negeri terus bertambah. Kemenperin mendorong program pengembangan klaster industri baja di Kota Cilegon, agar mampu memproduksi 10 juta ton baja pada 2025.

Menangkap peluang itu, Provinsi Banten dengan kluster industri Baja di Kota Cilegon dapat memegang peranan penting sebagai pemasok kebutuhan baja nasional. Industri baja hulu merupakan akar dari pohon industri sehingga, peluang investasi di sektor ini sangat cerah dan terbuka lebar. Pada sektor hilir, kebutuhan baja nasional juga  cukup tinggi. “Ini menegaskan bahwa Banten memang meiliki banyak peluang investasi dari berbagai sektor,” kata Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim.

WH, sapaan akrab Wahidin Halim menegaskan, pelayanan perizinan yang baik jadi kunci penting dalam mendongkrak investasi daerah. Sebagai penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten terus memberikan pelayanan prima pada masyarakat sesuai dengan standar pelayanan publik. Perizinan yang mudah disertai pelayanan yang baik diyakini akan menarik investor baik domestik maupun asing untuk menanamkan modalnya di Provinsi Banten.

“Penyelenggaraan PTSP yang memutus mata rantai perizinan diharapkan dapat mencegah praktik korupsi dengan mencegah praktik pencaloan baik internal maupun eksternal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana memaparkan, sepanjang tahun 2017 PTSP Banten telah mengupayakan proses perizinan lebih efektif, misalnya ijin prinsip penanaman modal semula bisa menghabiskan waktu 30 hari atau lebih, saat ini selesai dalam 3 sampai 7 hari.

Investasi  Kondusif

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan berinvestasi, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkomitmen untuk melindungi dunia usaha dan investor di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan kerjasama antara Polri dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI untuk bersama-sama menjaga iklim investasi di Indonesia dengan melakukan perlindungan pada dunia usaha sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Provinsi Banten melalui Dinas Penanaman Modal (DPMPTSP) Provinsi Banten di tahun 2016 telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pedoman Kerja BKPM-Polri Tentang Jaminan Keamanan Investasi dengan mengundang para pengusaha di Banten. Di tahun ini Pemprov Banten dan Polda Banten akan bekerjasama lebih erat dan cepat dalam menyelesaikan permasalahan gangguan keamanan yang dialami oleh investor, termasuk mengidentifikasi potensi permasalahan gangguan keamanan dalam berinvestasi.

Hal itulah yang membuat investasi di Banten semakin menarik dari tahun ke tahun. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal yang diterima DPMPTSP Provinsi Banten, tren realisasi investasi di Banten menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang enam tahun terakhir (2010-2016). Bahkan, provinsi yang lahir 4 Oktober 2000 lalu ini selalu berada di lima besar daerah investasi terbesar secara nasional. Pergerakan investasi ini menunjukan bahwa Banten sebagai salah satu daerah tujuan investasi dengan potensi yang sangat besar. Sepanjang tahun 2016, dari 33 negara yang berinvestasi di Banten seperti Jepang, Singapura, R.R Tiongkok, dan  dan British Virgin Islands. [Adv]


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan