(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Belajar Investasi Sejak Dini, Apa Keuntungannya ?

  • Belajar Investasi Sejak Dini, Apa Keuntungannya ?
  • 14888146802295
  • 14888146712437
  • 14888155324481

Penghasilan sendiri belum punya. Uang jajan pun masih menanti kucuran dana dari orang tua. Namun, siapa bilang kita tidak bisa mulai berinvestasi. Jangan merasa terlalu dini untuk mulai mengenal dunia pasar modal. Warren Buffett, pengusaha besar dan investor AS, membeli saham pertamanya di usia 11 tahun. Dan, dia merasa sudah terlambat untuk memulai berinvestasi.

Belajar dari Buffett, kita pun bisa mulai berkenalan dengan dunia investasi. Caranya, bisa dengan mulai belajar berinvestasi. Misalnya saja, investasi lewat dunia pasar modal. Jangan salah, dengan dana minim sebenarnya bisa menjadi modal kita untuk menanam saham dalam sebuah perusahaan melalui pasar modal ini.

Bagi kamu yang ingin memulai perencanaan investasi sedari dini, tetapi belum memiliki banyak modal, tak perlu khawatir. Kini, tepatnya sejak 6 Januari 2014 lalu, untuk membuka akun pasar modal, transaksi saham bisa dimulai dengan setoran awal Rp 200 ribu. Keuntungan menjadi pelaku pasar modal atau sebagai seorang investor sendiri sangatlah banyak. Bagi masyarakat luas di suatu negara, tentu berfungsinya pasar modal akan menunjang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Keuntungan untuk kita pribadi yang melakukan transaksi saham dalam pasar modal, di antaranya sebagai sarana untuk mengalokasikan sumber dana secara optimal serta menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang. Hal ini tentu sangat berguna bagi para generasi muda yang kelak menjadi pelaku industri di masa depan.

Selain berencana untuk terjun ke dunia pasar modal, keduanya punya cara lain untuk berinvestasi yang juga menguntungkan. Salah satunya, yakni investasi emas. Selain merupakan logam mulia, emas merupakan sebuah sarana untuk menyimpan uang. Bila suatu saat kita memerlukan dana, kita dapat menjualnya.

Tentu, bila kita menjual emas dalam waktu yang tepat, yaitu saat harganya meningkat, tentu kita bisa mendapatkan keuntungan. Misalkan, kita membeli emas pertama kali, yakni Rp 500 ribu per gram. Dalam beberapa waktu setelahnya, misalnya harga emas berubah menjadi Rp 800 ribu per gram, maka kita bisa mendapat keuntungan Rp 300 ribu dari modal awal yang kita keluarkan.

Tak hanya investasi emas,  cara lain yang menguntungkan untuk investasi yaitu dengan berdagang. Menawarkan produk-produk atau jasa yang sedang happening atau menguasai pasar bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang berguna bagi masa depan. Investasi lain yang menguntungkan bagi aku itu yakni jualan. Tapi, kita harus tahu dulu apa yang mau kita jual. Kalau barang atau jasa itu menguasai pasar, otomatis labanya besar dan dapat terus meningkat.

Memacu Adrenalin dengan Saham

Perencana keuangan harus dilakukan sejak muda. Ia juga menambahkan, mahasiswa sendiri masuk ke dalam golongan kelas menengah atau disposable income. Ciri kelas menengah itu nggak bisa diam, dan nggak bisa lihat uang nganggur, sehingga ia akan menginvestasikan uangnya dalam berbagai bentuk.

Sangat bagus bila anak muda dari awal sudah diperkenalkan dengan mekanisme bursa. Melalui cara ini, para mahasiswa pun dapat belajar sekaligus menambah penghasilan. Mahasiswa merupakan orang paling kreatif serta ideal untuk bermain saham sehingga tak perlu takut bakal rugi. 

Ia mengungkapkan, di bursa saham terdapat nominal minimal tertentu bila ingin berinvestasi sehingga anak muda tinggal menyesuaikannya saja. Hanya dengan beberapa ratus ribu saja, kita sudah bisa belajar berinvestasi di pasar modal.

Lulusan Teknik Mesin dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyarankan, jika anak muda memang ingin belajar bermain di pasar modal, maka berinvestasilah di bursa saham. Jangan malah memilih berinvestasi di reksadana atau emas.

Saat teknologi canggih seperti sekarang, bermain saham bagi anak muda justru lebih mudah, sebab bisa langsung diawasi dari smartphone. Ditambah lagi, di bursa saham juga, adrenalin mahasiswa dapat lebih terpacu.

Investasi melalui reksadana biasanya dilakukan oleh para pengusaha yang sudah mempunyai banyak uang, namun tak mau repot dan menunggu hasil. Bahkan, beberapa orang menginvestasikan uangnya ke berbagai tempat secara bersamaan, baik ke bursa, reksadana, properti, emas, dan lainnya.

Namun, mahasiswa tak bisa melakukan investasi semacam itu, sebab penghasilannya belum banyak sehingga harus memilih salah satu. Jadi, bila mau belajar pasar modal serta lebih menantang, bermain saham merupakan pilihan tepat.

Bebas Finansial

Siapa yang tidak ingin bisa bebas finansial sejak muda? Perencana keuangan, Yuswohady, mengungkapkan, saat ini berinvestasi di pasar modal telah menjadi tren di kalangan mahasiswa. Menurutnya, anak muda sudah memiliki keberanian, sebab didorong keinginan bisa bebas secara finansial di usia muda.

Bebas finansial sendiri merupakan keadaan yang tak perlu memikirkan keuangan, sebab orang tersebut tak perlu lagi bekerja mencari uang. Justru uanglah yang bekerja untuknya. Yuswohady mengungkapkan, kini banyak anak muda berencana mencapai keadaan itu di usia 40 tahun.

Penulis lebih dari 40 buku tentang keuangan dan pemasaran ini pun menerangkan, sekarang sudah ada 60 persen orang yang berada di golongan kelas menengah, termasuk mahasiswa. Ia menambahkan, pengetahuan mahasiswa tentang investasi juga meningkat berkat internet. “Mahasiswa bisa belajar sendiri, mengerti teknik, serta caranya, kemudian mengaplikasikannya lewat internet,” kata dia.

 Jadi bila uang sudah ada, teknik sudah ada, maka kita sudah mulai dapat berinvestasi.Yuswohady mengingatkan, jangan sampai uang yang dihasilkan dari kerja keras sendiri menganggur, apalagi dipakai untuk berfoya-foya. Dengan kata lain, berinvestasi harus dilakukan sejak dini, walau di awal mungkin tak langsung mendapat keuntungan, tetapi bukan berarti langsung berhenti. N c91

Jangan Lapar Mata

Untuk mulai berinvestasi, pasti dibutuhkan modal. Meski sedikit, kita sebagai anak-anak muda perlu menyisihkan uang agar kemudian bisa dialokasikan sebagai sumber dana di masa depan. Raisha Saufa menuturkan punya cara sendiri untuk menabung sebagian uang jajannya dan berhemat dari perilaku konsumtif. Pertama, ia menyisihkan uang jajan sebanyak 35 persen setiap minggu.

Kedua, ia berupaya agar tidak lapar mata. Hal ini yakni dengan tak banyak menghabiskan uang untuk belanja berbagai hal yang tidak dibutuhkan.

“Terutama para cewek yang memang sering lapar mata membeli barang-barang yang mereka lihat lucu dan menarik padahal tidak berguna. Kalau bisa kurangi lihat online shop yang mudah membuat kita jadi demikian,” kata Raisha. Ia juga menekankan, menyimpan uang, baik di ATM maupun manual, harus dapat menghitung dan mengingat dengan baik apa saja pengeluaran yang sudah kita ambil dari tabungan.

Alangkah baik, bila kita yang memiliki ATM untuk menentukan hari dan jumlah uang yang boleh diambil. Tak hanya itu, kita juga harus membuat evaluasi rincian biaya yang dikeluarkan tiap minggu atau bulan, serta apa saja yang dibutuhkan dalam jangka waktu tersebut.

Lulu Diana pun mengatakan berupaya menahan diri dari penyakit lapar mata. Ini terutama menahan diri dari keinginan membeli makanan-makanan mahal di restoran, padahal kita sudah dalam keadaan kenyang. “Kita harus menahan diri pastinya untuk makanan juga barang yang sering kita temui saat jalan-jalan. Kalau tidak begitu, bagaimana bisa menabung,” ungkap Lulu

Share :

Comments


Roza Hesham
Roza Hesham
06 Mar 2017 03:55 PM
Donec semper, sem nec tristique tempus, justo neque commodo nisl, ut gravida sem tellus suscipit nunc. Aliquam erat volutpat. Ut tincidunt pretium elit. Aliquam pulvinar. Nulla cursus. Suspendisse potenti.
Adam Ali
Adam Ali
06 Mar 2017 03:55 PM
Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Ut sit amet orci vel mauris blandit vehicula. Nullam quis enim. Integer dignissim viverra velit. Curabitur in odio. In hac habitasse platea dictumst. Ut consequat, tellus eu volutpat varius, justo orci elementum dolor, sed imperdiet nulla tellus ut diam. Vestibulum ipsum ante, malesuada quis, tempus ac, placerat sit amet, elit.

Add New Comment

 Your Comment has been sent successfully. Thank you!   Refresh
Error: Please try again