(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Ini Peluang Investasi Wisata di Banten

Ini Peluang Investasi Wisata di Banten

Peluang investasi sektor pariwisata di Banten sangat besar, mulai dari investasi alam dalam hal ini pariwisata, industri, hingga jasa. Banyaknya potensi investasi tentu menjadi daya tarik bagi investor, baik asing maupun dalam negeri. Sektor investasi bidang pariwisata bisa terbilang jenis investasi yang akan terus tumbuh, apalagi Banten memiliki pesona alam yang menawan dan tentunya bisa menarik para investor, misalnya sebut saja Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Kawasan Anyer, hingga Kawasan Wisata di Lebak. Peluang ini tentu harus ditangkap oleh pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan PAD. Upaya untuk menggenjot investasi sektor pariwisata inilah yang akan terus digenjot bersama stakeholder atau OPD terkait.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten kembali menyampaikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) untuk periode Januari-Desember tahun 2018. Hal ini berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) RI. Nilai investasi Provinsi Banten tahun 2018 sebesar Rp. 56,52 triliun dengan 2.613 proyek. Lebih besar dari tahun 2017 dengan nilai investasi Rp. 55,8 Triliun dan 3.178 proyek.

Tingkat capaian realisasi investasi Januari-Desember di Banten tahun 2018 sebesar 100,21 persen terhadap target daerah sebesar Rp. 56,4 triliun, dan  83,91 persen terhadap target nasional sebesar Rp. 67,36 triliun. Peningkatan realisasi investasi juga diikuti dengan tingginya minat investor asing dalam menanamkan modalnya di Banten. Berdasarkan LKPM tersebut, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Banten tahun 2018 menempati urutan ke-3 setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai Rp.37,88 triliun dari 1.895 proyek. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Provinsi Banten berada di peringkat ke-6 dengan nilai investasi mencapai Rp 18,63 triliun dengan 718 proyek.

Di tahun 2018, sektor dengan nilai investasi tertinggi pada Penanaman Modal Asing (PMA) ialah industri kimia dan farmasi sebesar Rp. 7,20 triliun dengan 388 proyek; disusul listrik, gas dan air  sebesar Rp. 6,62 triliun dengan 35 proyek; perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp. 5,70 triliun dengan 127 proyek; industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebesar Rp. 3,59 triliun dengan 195 proyek; industri transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp. 2,62 triliun dengan 61proyek; dan industri makanan sebesar Rp. 2,33 triliun dengan 190 proyek.

Sementara itu, sektor dengan nilai investasi tertinggi pada Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) ialah transoprtasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp. 3,35 triliun dengan 33 proyek, selanjutnya disusul konstruksi sebesar Rp. 3,30 triliun dengan 11 proyek; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp. 3,06 triliun dengan 135 proyek; listrik, gas dan air sebesar Rp. 1,57 triliun dengan 33 proyek; industri kimia dan farmasi sebesar Rp. 1,34 triliun dengan 139 proyek; dan perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp. 1,26 triliun dengan 89 proyek.

Dari sebaran investasi pada Januari-Desember Tahun 2018,  nilai investasi tertinggi PMA berada di Kabupaten Tangerang dengan nilai investasi sebesar Rp. 13,19 triliun dengan 1228 proyek, disusul berturut-turut Kota Cilegon sebesar Rp.10,19 triliun dengan 268 proyek, Kota Serang sebesar Rp. 6,66 triliun  dengan 37 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp. 3,59 triliun dengan 423 proyek, Kota Tangerang Rp 3,04 triliun dengan 645proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 682,92 miliar dengan 361 proyek, Kabupaten Lebak sebesar Rp. 403,54 miliar dengan 41 proyek, dan Kabupaten Pandeglang paling buncit sebesar Rp. 97,08 miliar dengan 12 proyek.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kabupaten Tangerang menempati urutan pertama dengan nilai investasi sebesar Rp. 8,13 triliun dengan 488 proyek, disusul berturut-turut yakni Kota Cilegon sebesar Rp. 4,09 triliun dengan 104 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp. 2,38 triliun dengan 189 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 2,22 triliun dengan 51 proyek, Kota Tangerang sebesar Rp. 1,14 triliun dengan 258 proyek, Kota Serang sebesar Rp. 341,34 miliar dengan 16 proyek, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp.319,23 miliar dengan 11  proyek, dan Kabupaten Lebak sebesar Rp. 355,60 juta dengan 27 proyek.[Adv]

Share :