KONSULTASI : OSS (08116774642), SIPEKA (081325778089), WHATSAPP PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id atau dpmptsp.banten@gmail.com

Realisasi Investasi di Banten Masuk 10 Besar, Anggota Komisi VI Ananta Wahana Apresiasi Kementrian Investasi

Realisasi Investasi di Banten Masuk 10 Besar, Anggota Komisi VI Ananta Wahana Apresiasi Kementrian Investasi

Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana memberikan apresiasi kepada Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atas capaian realisasi investasi di Banten.

Provinsi Banten, pada 2021 realisasi investasi tercatat Rp58,0 triliun, terbesar ke 4 secara nasional.Sedangkan pada tahun 2022 hingga semester I realisasi investasi di Banten sebesar Rp32,9 triliun terbesar ke 6 secara nasional.

“Artinya Provinsi Banten dalam dua tahun setidaknya hingga semester I tahun 2022 selalu masuk 10 besar lokasi realisasi investasi terbesar di Indonesia,” ungkap Ananta saat sambutan dalam Rapat Kegiatan Diseminasi Satgas Percepatan Investasi dan Capaian Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2022, Kementerian Investasi/BKPM, bertempat di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten

Kegiatan rapat tersebut diikuti ratusan peserta dari komunitas Tionghoa, dan pelaku UMKM di Tangerang Raya.
Kendati demikian, menurut Ananta, capaian realisasi investasi itu belum sejalan dengan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten.Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten pada tahun 2021 sebesar 8,98%, sehingga dengan nilai ini Banten menempati posisi ketiga secara nasional.

“Ini yang jadi perhatiannya. Kementerian Investasi agar bisa lebih mendorong sektor-sektor usaha yang memiliki karakteristik selain cepat menghasilkan devisa, juga menghasilkan lapangan pekerjaan, dan pengembangan ekonomi regional/lokal,” kata legislator dari Banten itu.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyinggung soal pentingnya peran sektor UMKM terhadap perekonomian nasional yang kontribusinya mencapai 61 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB.

Selain itu, sektor UMKM juga menyumbang 97 persen tenaga kerja dari total 64 juta lebih UMKM nasional.“Biasanya kalau kita berbicara investasi itu fokusnya yang besar-besar. Padahal kita tahu perputaran ekonomi Indonesia ini digerakkan oleh UMKM 61 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno menyampaikan, bahwa realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp901,02 triliun, nilai ini di atas target RPJMN Kementerian sebesar Rp858,5 triliun dan target presiden sebesar Rp900 triliun. Sedangkan realisasi investasi tahun 2022, Januari hingga September sudah mencapai Rp 892,4 triliun atau 74,3 persen dari target presiden Rp1.200 triliun.

“Dan untuk target RPJMN Rp968,4 triliun capaiannya sudah 92,1 persen. Itu tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan,” jelasnya.

Riyatno merinci, bahwa capaian realisasi investasi itu terdiri penanaman modal asing (PMA) Rp479,3 triliun atau 53,7 persen, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp413,1 triliun atau 46,3 triliun.

“Capaian realisasi ituSelain itu, sektor UMKM juga menyumbang 97 persen tenaga kerja dari total 64 juta lebih UMKM nasional.“Biasanya kalau kita berbicara investasi itu fokusnya yang besar-besar. Padahal kita tahu perputaran ekonomi Indonesia ini digerakkan oleh UMKM 61 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno menyampaikan, bahwa realisasi investasi pada 2021 sebesar Rp901,02 triliun, nilai ini di atas target RPJMN Kementerian sebesar Rp858,5 triliun dan target presiden sebesar Rp900 triliun. Sedangkan realisasi investasi tahun 2022, Januari hingga September sudah mencapai Rp 892,4 triliun atau 74,3 persen dari target presiden Rp1.200 triliun.

“Dan untuk target RPJMN Rp968,4 triliun capaiannya sudah 92,1 persen. Itu tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan,” jelasnya.

Riyatno merinci, bahwa capaian realisasi investasi itu terdiri penanaman modal asing (PMA) Rp479,3 triliun atau 53,7 persen, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp413,1 triliun atau 46,3 triliun.

“Capaian realisasi itu juga untuk Jawa mencapai Rp420,3 triliun (47,1 persen). Sementara luar Jawa mencapai Rp472,1 triliun atau 52,9 persen,” ungkapnya. juga untuk Jawa mencapai Rp420,3 triliun (47,1 persen). Sementara luar Jawa mencapai Rp472,1 triliun atau 52,9 persen,” ungkapnya.

Direktur Karang Tumaritis Institute, Abraham Garuda Laksono dalam materinya menyampaikan, bahwa Presiden Jokowi telah mengingatkan tahun 2023 nanti diprediksi akan menjadi tahun gelap akibat krisis ekonomi, pangan dan energi.

“Krisis global ini dipicu periode panjang pandemic Covid-19. Juga diperparah adanya perang Rusia-Ukraina,” katanya.

Anak muda jebolan James Cook University Singapura itu juga menyebut, bahwa investasi berpengaruh pada PDB.
Menurut dia, pendapatan nasional atau PDB sangat erat kaitannya dengan investasi.

Investasi berupa penanaman modal yang meningkat akan berdampak positif pada proses produksi dalam bisnis yang semakin menguat. Kemudian akan berimbas pada meningkatnya konsumsi rumah tangga.“Karena itu, Presiden Jokowi juga meminta agar investasi yang masuk ke Indonesia harus adil dan merata untuk menekan kesenjangan Jawa dan luar Jawa,” imbuhnya.

Share :