(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Konsumsi Domestik hingga Investasi Bakal Topang Ekonomi RI

Konsumsi Domestik hingga Investasi Bakal Topang Ekonomi RI

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi  Indonesia tidak akan terpengaruh sekalipun Bank Dunia telah memangkas pertumbuhan ekonomi global.

Sebab, menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi domestik.

"Sesungguhnya karakteristik perekonomian kita itu tidak bergantung pada global. Pertumbuhan ekonomi kita kontribusinya itu justru adalah dari konsumsi rumah tangga. Artinya itu domestik itu," kata Piter saat dihubungi merdeka.com, Senin (17/6/2019), seperti dilansir liputan6.com.

Piter menyebut, selama ini terdapat dua faktor penyumbang laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni konsumsi rumah tangga dan investasi. Masing-masing keduanya telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan nasional.

"Sumbangan terbesar dari konsumsi rumah tangga ya kontribusinya di atas 50 persen. Kemudian sekitar 30-40 persen disumbang oleh investasi. Jadi kita itu sangat bergantung kepada domestik demand sebenernya, bukan global," kata dia.

Di sisi lain, dengan potensi sumber daya yang melimpah Indonesia tidak perlu khawatir terhadap dampak dari pemangkasan pertumbuhan ekonomi global tersebut. Apalagi Indonesia juga telah memiliki pangsa pasar yang cukup bagus.

"Ini kalau kita gabungkan dengan dua kondisi ini kita sebenarnya tidak perlu khawatir dengan perlambatan global," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) kembali merevisi target pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,6 persen. Angka tersebut turun 0,3 persen dari proyeksi semula sebesar 2,9 persen.[]

Share :