(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

BKPM Sebut Gairah Investasi Positif Usai Pemilu

BKPM Sebut Gairah Investasi Positif Usai Pemilu
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong optimistis realisasi investasi hingga akhir 2019 memenuhi target. Pasalnya, usai pemilu gairah investasi terlihat positif.
 
"Pada dasarnya investor itu sukanya stabilitas dan kontinuitas. Jadi komunitas investor menanggapi sangat baik hasil pemilu yang telah berlangsung," ujarnya usai acara halalbihalal di kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019.
 
Lembong menuturkan saat ini banyak investor mulai menanyakan peluang investasi di berbagai kawasan, baik dari segi kebijakan atau terobosan yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua kepemimpinannya. 
Hal ini menjadi angin segar di tengah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang semakin memanas, sehingga sempat berpengaruh pada realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan pertama 2019.
 
"Karena dampak perang dagang ini investor cenderung menarik dananya ke aset yang aman seperti obligasi atau dolar AS," terangnya.
 
Sehingga dengan arah kebijakan yang jelas, tantangan tersebut bisa sedikit teratasi.
 
Mengutip situs BKPM, data realisasi investasi triwulan I (periode Januari-Maret) 2019 menunjukkan total investasi mencapai Rp195,1 triliun atau naik 5,3 persen dibanding periode yang sama di 2018 yaitu sebesar Rp185,3 triliun.
 
Nilai investasi selama triwulan I-2019 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp87,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp107,9 triliun. Selama periode triwulan I-2019, tenaga kerja yang terserap adalah sebanyak 235.401 tenaga kerja Indonesia.
 
Lembong menjelaskan nilai realisasi investasi triwulan pertama sudah mencapai 24,6 persen dari target investasi 2019 yang sebesar Rp792,0 triliun. Capaian realisasi investasi ini sangat penting untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada 2019 dapat terealisasi.
 
Dibandingkan 2018, pertumbuhan investasi PMDN pada triwulan I-2019 meningkat sebesar 14,1 persen, dari Rp76,4 triliun di triwulan I-2018 ke Rp87,2 triliun. Namun, investasi PMA menurun 0,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018, yakni sebesar Rp108,9 triliun menjadi Rp107,9 triliun.
 
BKPM juga mencatat realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (lima besar) adalah Jawa Barat (Rp37,3 triliun atau 19,1 persen), DKI Jakarta (Rp24,7 triliun atau 12,7 persen), Jawa Tengah (Rp21,4 triliun atau 11,0 persen), Jawa Timur (Rp12,6 triliun atau 6,5 persen), dan Banten (Rp12,5 triliun atau 6,4 persen).
 
Pada periode triwulan I-2019 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp85,8 triliun meningkat 16,7 persen dari periode yang sama pada 2018 sebesar Rp73,5 triliun.
 
Sedangkan, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (lima besar) adalah Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp37,3 triliun atau 19,1 persen); Listrik, Gas, dan Air (Rp33,2 triliun atau 17,0 persen), Konstruksi (Rp19,5 triliun atau 10,0 persen), Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp18,8 triliun atau 9,7 persen), serta Pertambangan (Rp15,1 triliun atau 7,7 persen).
 
Adapun lima besar negara asal PMA adalah Singapura (USD1,7 miliar atau 24,0 persen), Tiongkok (USD1,2 miliar atau 16,1 persen), Jepang (USD1,1 miliar atau 15,8 persen), Malaysia (USD0,7 miliar atau 9,8 persen), dan Hong Kong (USD0,6 miliar atau 8,1 persen).[]

Share :