(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

LPEM FEB UI Sebut Efektivitas OSS Perlu Diuji

LPEM FEB UI  Sebut Efektivitas OSS  Perlu Diuji
Pemerintah merilis Online Single Submission (OSS) atau perizinan terpadu online untuk meningkatkan peluang investasi. Namun, sistem ini dinilai perlu diuji efektivitasnya. Hal itu dianggap penting agar memberikan hasil yang maksimal terhadap masuknya arus investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Sebaiknya menurut saya jangan terlalu besar targetnya. Harus dipilih berapa provinsi terlebih dahulu untuk menguji efektivitasnya. Kita kan belum pernah pakai itu (OSS)," ujar Kepala Kajian Makro LPEM FEB UI Febrio Kacaribu, usai mengisi seminar di Forum Kebangsaan UI di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin, 24 Juni 2019.
 
Adapun untuk menguji efektivitas OSS sebaiknya dilakukan pada provinsi yang geliat industri manufakturnya besar seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten. "Itu dulu dicoba. Bisa tidak mengurus perizinan dengan cepat," imbuhnya. Selain itu, Febrio menilai, penting untuk melibatkan stakeholder lokal. Sebab, jika sebelumnya masalah perizinan ditangani secara manual, maka artinya ada tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya akibat hadirnya sistem online.
 
"Harus dipikirkan juga pengganti pekerjaan untuk stakeholder lokal. Itu alasan kenapa menerapkan online di daerah itu berat," tukasnya.
 
OSS merupakan aplikasi perizinan yang memuat beberapa prosedur bagi investor untuk memulai usaha. Dengan OSS pengusaha bisa mendapatkan izin usaha lebih dulu, baru kemudian melengkapi persyaratan sehingga prosedurnya lebih ringkas.
 
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengklaim OSS bisa bekerja dengan stabil dalam enam bulan ke depan. Dengan demikian, kata Lembong, nantinya tidak ada lagi alasan lagi untuk menyalahkan OSS sebagai penghambat investasi.
 
Mengenai investasi Lembong optimistis Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh dua angka atau di atas 10 persen hingga akhir 2019. "Prediksi saya untuk setahun penuh 2019 PMA dan PMDN pertumbuhannya kembali ke dua digit," kata dia.
 
Untuk menangkap peluang investasi Indonesia mulai menawarkan sejumlah insentif seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).[]
Share :