(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Mau Coba? Ini Investasi Cocok Dirintis Sejak Usia Muda

Mau Coba? Ini Investasi Cocok Dirintis Sejak Usia Muda
Investasi sangat penting dilakukan oleh setiap orang untuk mempersiapkan masa pensiun. Alangkah baiknya jika kegiatan investasi itu dilakukan sejak dini, yaitu saat kita masih muda.

Saat baru mulai bekerja setelah lulus kuliah, saat itu Anda perlu menyisihkan uang gaji untuk investasi, karena pegawai swasta berbeda dengan pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki uang pensiun saat tidak aktif lagi bekerja.

Ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh bila mulai berinvestasi sejak usia muda, di antaranya :

1. Belajar Disiplin Keuangan

Jika ada yang sudah bekerja, maka bisa menyisihkan gajinya di awal bulan untuk pos investasi. Buatlah investasi berkala yang 'memaksa' Anda menyisihkan sebagian dari gaji tiap bulannya, misalnya berinvestasi di reksa dana dengan cara autodebet rekening. Setelah menyisihkan sebagian gaji di awal bulan Anda bisa menggunakan sisa gaji untuk keperluan yang lain-lain. 

2. Hasil yang Lebih Besar

Bila dimulai sejak usia muda maka jangka waktu berinvestasi bisa lebih panjang dan tentu hasilnya lebih besar dibandingkan dilakukan saat setelah lulus kuliah. Baca:  Risiko Bisa Dikelola, Untung Besar Menanti.

Seorang menginvestasikan dananya sebesar Rp100 juta saat berusia 20 tahun, dengan asumsi imbal hasil 5% per tahun, saat ia berusia 60 tahun, uang hasil investasinya mencapai Rp670 juta.

Hasilnya akan lebih kecil jika dimulai pada usia 30 karena hanya akan menghasilkan sekitar Rp411 juta pada usia 60, sementara jika dimulai pada usia 40 tahun hanya akan menghasilkan Rp253 juta.

3. Banyak Waktu untuk Belajar Dunia Investasi

Jika investasi dimulai di usia muda Anda memiliki keuntungan waktu lebih panjang, termasuk untuk mempelajari seluk beluk dunia investasi. Tidak menutup kemungkinan sebuah investasi mengalami kegagalan. Di sini, Anda punya banyak waktu untuk mempelajari penyebab kegagalan dan mendalami produk investasi lainnya.

Proses belajar akan membuat kita menemukan solusi investasi yang tepat. Bila kita bisa mengelola investasi secara benar,maka hasil investasi akan berkembang berkali-kali lipat.

4. Mengelola Keuangan Secara Lebih Bijak

Dengan berinvestasi, maka mau tidak mau Anda akan belajar mengelola keuangan pribadi atau memiliki sebuah perencanaan mengelola keuangan. Anda belajar mengatur pos-pos pengeluaran secara detail sehingga uang sebulan akan cukup pemakaiannya. Anda perlahan menjadi bijak dan menghilangkan pos-pos pengeluaran yang tidak perlu atau menghilangkan kebiasaan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

5. Pensiun Lebih Dini

Biasanya usia pensiun di kisaran 60 tahun. Saat itu kita menikmati merasakan pendapatan pasif tanpa bekerja lagi. Namun situasi tersebut bisa dipercepat jika kita mulai berinvestasi lebih dini, yaitu saat kebebasan finansial sudah tercapai. Saat kita tidak harus bekerja lagi namun mendapatkan penghasilan, itulah kebebasan finansial.

Bila hasil investasi kita sudah bisa memberikan imbal hasil memadai untuk mencukupi kebutuhan di sisa hidup kita, kita dapat memilih berhenti bekerja lebih awal dibandingkan teman-teman seusia kita.

6. Mewujudkan Impian Jangka Panjang

Kita pasti memiliki impian untuk memiliki sesuatu yang berharga dan mencerminkan kemapanan, seperti rumah dan kendaraan yang umumnya bisa diwujudkan dalam jangka panjang. Namun Impian jangka panjang ini bisa terwujud lebih cepat ketika kita sudah mulai berinvestasi di usia muda.

Sekarang mari kita bahas, investasi apa saja yang cocok untuk mereka yang berusia muda.

Secara umum, konsep investasi yang sesuai dengan kebutuhan adalah investasi yang memiliki ciri sebagai berikut:

- Investasi dapat dilakukan dengan nilai yang minim

- Mudah dilakukan

- Saat dibutuhkan, investasi dapat dicairkan dengan mudah

- Imbal hasil yang didapat adalah optimal dengan risiko yang terukur

Jika mengacu pada poin-poin ini, investasi berikut ini cocok untuk kalangan berusia muda, antara lain:

1. Reksa Dana

Salah satu investasi yang cocok untuk dirintis sejak usia muda adalah reksa dana, khususnya reksa dana pasar uang, karena cocok untuk investor pemula sehingga jenis reksa dana pasar uang yang risikonya rendah sudah sesuai. Nominal yang dibutuhkan untuk investasi reksa dana juga relatif kecil.  Sebagai contoh, ada Reksa Dana Pasar Uang yang hanya membutuhkan Rp. 100.000,- saja untuk mulai berinvestasi.

Reksa Dana Pasar Uang ini adalah reksa dana yang menghimpun dana para investor untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen-instrumen pasar uang (yang masa jatuh temponya kurang dari satu tahun) sehingga memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan deposito di bank namun risikonya tetap dapat minimal serta terukur. Imbal hasil dari reksa dana pasar uang berkisar 7% per tahun.

Jika ingin reksa dana yang lebih berisiko, Anda bisa membeli reksa dana saham. Imbal hasil yang diberikan reksa dana saham berkisar 15%-20% per tahun. Namun harus diingat pula jika risiko di reksa dana saham lebih tinggi daripada risiko di reksa dana pasar uang.

2. Investasi Saham

Melalui program "Yuk Nabung Saham yang digaungkan Bursa Efek Indonesia, kita sudah bisa berinvestasi dengan biaya yang minim. Program ini bila dilakukan secara berkala dan disiplin, dapat memberikan imbal hasil yang luar biasa namun dibarengi pula dengan risiko yang lebih tinggi. 

Dengan nilai nominal yang relatif kecil, dimulai dengan nilai minimum Rp100. 000,-, investasi dapat dilakukan dan bisa dilakukan secara berkala tiap bulannya. Saat ini banyak perusahaan sekuritas bergabung dengan program Yuk Nabung Saham. Dengan mengajukan saham-saham pilihan yang akan kita beli, kita bisa mengumpulkan saham favorit kita tiap bulannya.

Sama dengan reksa dana saham, investasi saham juga mengandung risiko tinggi. Perbedaan reksa dana saham dan investasi saham adalah, di reksa dana saham kita memberikan kuasa kepada pihak lain, dalam hal ini manajer investasi, untuk membelikan saham apa yang menurut mereka layak dibeli. Sementara di investasi saham kita memiliki kewenangan membeli sendiri saham mana yang akan kita beli.

3. Investasi Logam Mulia

Harga 1 gram logam mulia saat ini Rp666.000. Jika dilihat harga ini setara kurang dari seperlima Upah Minimum Pekerja Provinsi DKI Jakarta sehingga pekerja belum menikah bisa melakukan akumulasi pembelian logam mulai 1 gram per bulan. Saat ini juga ada program Tabungan Emas yang ditawarkan beberapa institusi keuangan seperti Pegadaian.  Dengan menyetor dana minim,  akumulasi dana di saldo bisa ditukar dengan emas bila sudah memenuhi nilai minimal 1 gram emas 24 karat.

Risiko di logam mulia sedang dengan jaminan nilai investasi tidak tergerus inflasi karena sifat emas yang tahan terhadap inflasi.

4. Deposito

Deposito merupakan instrumen investasi yang terbilang memiliki risiko paling rendah dibanding instrumen investasi lainnya. Saat ini untuk membuka sebuah rekening deposito dibutuhkan minimal dana Rp8.000.000.  Keunggulan dari deposito adalah bunganya yang lebih tinggi dari tabungan bank. Namun imbal hasil dari deposito paling rendah dibandingkan produk investasi lain, berkisar 5%-6% per tahun, dengan tambahan potongan pajak 20% untuk bunganya.

5. Trading Forex

Mungkin ada di antara Anda sekalian yang belum mengenal apa itu trading forex. Trading forex adalah instrumen investasi yang melibatkan perdagangan mata uang asing dengan mata uang asing lainnya. Untuk membuka sebuah akun live dibutuhkan modal Rp5 juta, jumlah yang terjangkau. 

Senada dengan saham, imbal hasil dari trading forex per tahunnya berkisar 20%-100%. Keuntungan yang didapatkan dari trading forex adalah dari pergerakan nilai tukar mata uang tersebut. Berbeda dengan saham, keuntungan di trading forex bisa didapat bahkan saat harga turun.[]
Share :