(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

BKPM Catat Investasi Semester I Tembus Rp395 Triliun

BKPM Catat Investasi Semester I Tembus Rp395 Triliun
 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang semester I 2019 sebesar Rp395,6 triliun. Realisasi ini tumbuh 9,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni Rp361,6 triliun.

Secara persentase, peningkatan investasi kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2018 lalu yang hanya bertumbuh 7,4 persen. Dari sisi porsi realisasi, jumlah pencapaian investasi semester I 2019 ini setara dengan 49,9 persen dari target sepanjang tahun ini yang mencapai Rp792 triliun. 

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan aliran investasi mulai kembali deras ke Indonesia pasca pemilihan umum (pemilu) pada April 2019 lalu. Secara historis, jumlah investasi akan meningkat usai pesta demokrasi. 

"Kalau dilihat data 15 tahun terakhir, setiap tahun pemilu investasi pasti melambat, tapi setelah pemilu investasi pasti kencang atau ada pemulihan yang kencang pasca pemilu," ucap Lembong, baru-baru ini. 

Hal ini juga terbukti dari aliran modal asing yang kembali tercatat beli bersih (net buy) setelah pemilu berlangsung. Berdasarkan data yang diterima, jumlah aliran dana asing ke dalam negeri hingga Juli 2019 sebesar Rp150 triliun. 

"Nah, itu sebagian juga ada Penananman Modal Asing (PMA) ya, berupa investasi langsung. Tapi juga beberapa ke obligasi, pasar saham, dan sebagainya," terang Lembong. 

Plt Deputi bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani merinci Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari Januari sampai Juni 2019 meningkat 16,4 persen menjadi Rp182,8 triliun, dan PMA Rp212,8 triliun atau naik 4 persen. 

"Dari sektornya paling banyak masih infrastruktur, seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik, dan konstruksi," imbuh Farah. 

Mayoritas investasi PMDN masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, yakni Rp218,1 triliun atau naik 5,8 persen dari posisi sebelumnya Rp206,2 triliun. Sisanya, investasi di luar Pulau Jawa meningkat 14,2 persen menjadi Rp177,5 triliun dari sebelumnya Rp155,4 triliun. 

"Realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat, ini cukup menggembirakan. Semoga ini terus dikembangkan," terang dia. 

Selanjutnya, porsi investasi asing juga bisa dibilang hampir sama dengan sebelumnya. Singapura masih menjadi negara penyumbang investasi terbesar dengan nilai US$3,4 miliar. 

Diikuti oleh Jepang US$2,4 miliar, China Rp2,3 miliar, Hong Kong US$1,3 miliar, dan Malaysia US$1 miliar.[]
Share :