(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Investasi Asing Masuk, BKPM Akui Sangat Restriktif

Investasi Asing Masuk, BKPM Akui Sangat Restriktif

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selama ini dikenal sangat restriktif atau memilah-milah investasi dan jenis usaha yang dapat dimasuki oleh investor asing. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016.

Dikatakan Plt Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot Tanjung, dalam aturan tersebut mengatur bidang usaha yang tertutup dan terbuka dengan persyaratan sebanyak 515 bidang usaha. Aturan ini membuat Indonesia menjadi negara yang restriktif terhadap investasi asing.

Lanjutnya, dibandingkan negara lain jumlah tersebut sangat banyak. Singapura hanya mengatur empat bidang usaha, Malaysia sekitar 30 bidang usaha, Thailand 44 bidang usaha, sedangkan Vietnam tidak mengatur sama sekali.

"Jadi kalau kita lihat dari sisi restriktifnya, kita itu sangat restriktif (membatasi)," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (7/8).

Pembatasan ini justru membuat ruang gerak pelaku usaha dan investor sangat terbatas di Indonesia. Terutama pada saat pelaku usaha membutuhkan injeksi modal yang sangat besar dan hanya investor asing yang berani menyanggupi.

"Contohnya tempo hari kasus Nyonya Meneer. Pada saat mereka berdarah-darah butuh injeksi permodalan, persyaratan modal dalam negerinya harus 100 persen. Itu mereka sudah dapat calon investor dari luar, karena batasan ini dia tidak bisa. Investornya tidak jadi masuk. Akhirnya Nyonya Meneer itu kolaps dan jadi benar-benar tutup sama sekali," ucapnya.

Selain itu, BKPM juga meminta kelompok atau lembaga untuk membuat regulatory impact, analisis ekonomi, dampak kepada masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja dalam kegiatan investasinya.

"Untuk lapangan kerja ini kecenderungannya dari realisasi investasi itu masih relatif padat karya beberapa tahun lalu, sekarang sudah padat modal. Jadi nilai investasi meningkat tapi penyediaan lapangan kerja dari kegiatan investasi terjadi penurunan. Mungkin perlu jadi concern kita juga," tutur dia.

Namun, pembatasan kegiatan investasi ini justru dapat melindungi bidang usaha tertentu agar tidak dikuasai oleh asing. []

 

Share :

Add New Comment

 Your Comment has been sent successfully. Thank you!   Refresh
Error: Please try again