(0254) 8480010   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Dubes Rina Dorong Pengusaha Indonesia Investasi di Bangladesh

Dubes Rina Dorong Pengusaha Indonesia Investasi di Bangladesh

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka menggelar IndonesiaFair 2019 yang resmi dibuka pada Kamis (25/4/2019). Dalam acara tersebut, para pengusaha Tanah Air didorong tak hanya pameran produk, tapi juga berani berinvestasi di Bangladesh.

Seruan kepada para pengusaha Indonesia itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina P. Soemarno saat membuka IndonesiaFair 2019 di International Convention City Bashundara (ICCB), Dhaka.

IndonesiaFair 2019 merupakan acara kedua yang digelar KBRI Dhaka. Pada April tahun lalu, kedutaan sukses menggelar acara serupa yang konsepnya berupa pameran perdagangan. "Itu sangat sukses, di mana kami menerima respons yang sangat positif secara umum. Banyak pengusaha dari Indonesia datang ke Bangladesh," kata Dubes Rina.

Pada tahun lalu, IndonesiaFair 2018 yang digelar tiga hari dikunjungi hampir 10.000 pengunjung. "Ada transaksi dan kesepakatan perdagangan, termasuk penawaran potensial yang mencapai USD274 juta," papar diplomat perempuan Indonesia tersebut.

"Setelah keberhasilan itu dan menanggapi permintaan dan harapan publik, KBRI Dhaka dengan bangga menyelenggarakan lndonesiaFair 2019," ujarnya. 

Menurut Rina, IndonesiaFair 2019 dikonsep berbeda dengan tahun lalu. "Kali ini, pameran perdagangan, pariwisata, dan investasi," ujarnya.

Sama seperti lndonesiaFair 2018, expo tahun ini berlangsung tiga hari. Dubes Rina mengatakan akan ada pameran perdagangan yang diramaikan lebih dari 40 peserta pameran, termasuk para pengusaha batik, perhiasan, kerajinan tangan, makanan dan minuman, otomotif, dan promosi wisata.

"Kami juga menyelenggarakan program budaya, peragaan busana, dan kegiatan menarik lainnya," katanya.

"Untuk komunitas bisnis, kami juga mengatur sesi one-on-one B-to-B Business Matching selama expo, di mana pebisnis dari kedua belah pihak dapat bertemu dan berdiskusi bisnis prospektif," paparnya.

Dari puluhan pengusaha Indonesia yang hadir dalam IndonesiaFair 2019, beberapa di antaranya berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, seperti Pertamina yang bergerak di bidang minyak dan gas alam, PT INKA yang menjadi produsen kereta api dan rolling stock, Garuda Maintenance Facility (GMF) yang berurusan dengan pemeliharaan, perbaikan dan perombakan pesawat terbang dan PT Pindad yang memproduksi peralatan militer.

Selain itu Pelindo II atau Perusahaan Pelabuhan Indonesia, dan Konsorsium Kereta Api Indonesia juga meramaikan IndonesiaFair 2019. "Mereka ingin bertemu dengan calon mitra mereka di Bangladesh untuk berbicara kerja sama bisnis atau usaha dan investasi, dan untuk memahami lebih banyak tentang cara dan sarana berinvestasi di Bangladesh," papar Rina.

Pelindo II atau Perusahaan Pelabuhan Indonesia, dan Konsorsium Kereta Api Indonesia. Mereka ingin bertemu dengan calon mitra mereka di Bangladesh untuk berbicara kerja sama bisnis atau usaha dan investasi, dan untuk memahami lebih banyak tentang cara dan sarana berinvestasi di Bangladesh.Sementara itu, Menteri Perdagangan Bangladesh; Mofizul lslam menyebut Indonesia dan Bangladesh merupakan partner bisnis yang sangat baik."Namun, trade gap masih tinggi. Jadi akan sangat bijak bagi kedua negara meminimalisasi trade gap tersebut," katanya.

Share :