WA OSS (08138 48270 79), PENGADUAN (08776 77777 07)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id, dpmptsbantenpengaduan@gmail.com

BKPM Catat Realisasi Investasi Kuartal III-2019 Tembus Rp205 Triliun

BKPM Catat Realisasi Investasi Kuartal III-2019 Tembus Rp205 Triliun

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal III-2019 mencapai Rp205,7 triliun, atau naik 18,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp173,8 triliun.

Adapun jika dibandingkan dengan triwulan II-2019, realisasi investasi pada Juli-September 2019 itu meningkat 2,6%  dari Rp200,5 triliun. Secara kumulatif, total realisasi sepanjang Januari-September 2019 sudah mencapai Rp601,3 triliun.

“Realisasi ini sudah mencapai 75,9% dari target investasi sepanjang 2019 sebesar Rp792 triliun,” kata Plt Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi dalam paparannya di Jakarta, Kamis (31/10).

Farah  merinci, realisasi investasi triwulan III-2019 ini mencakup realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp100,7 triliun dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp105,0 triliun.

Dari sebaran sektornya pada periode tersebut, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi; listrik, gas dan air; konstruksi; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; serta tanaman pangan, perkebunan dan peternakan berada di lima teratas.

Sementara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau dan Jawa Tengah berada di lima daerah teratas realisasi investasi di triwulan III-2019.

Adapun lima negara asal investasi asing pada triwulan III 2019 yakni Singapura (US$1,9 miliar), Belanda (US$1,4 miliar), Tiongkok (US$1 miliar), Jepang (US$0,9 miliar), dan Hong Kong (US$0,4 miliar).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai realisasi investasi pada triwulan III-2019 masih sesuai dengan rencana dalam mencapai target realisasi investasi sepanjang 2019 sebesar Rp792 triliun. "Ini (total) masih di kisaran 75%-76%, masih ada sisa yang insyaallah akan tercapai walaupun pertumbuhan ekonomi global belum terlalu baik," katanya.

Bahlil menegaskan investasi yang masuk ke Indonesia harus terkait dua hal, yakni menciptakan lapangan kerja dan mendorong perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Dalam peranan investasi ini, sampai triwulan III-2019, sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 212.581 orang dengan rincian 109.475 orang di proyek PMDN dan 103.106 orang di proyek PMA," jelasnya.

BKPM, lanjut Bahlil, bertekad untuk bekerja lebih efisien, melalui koordinasi dan kolaborasi yang lebih intens dengan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah, baik dalam melayani perizinan maupun untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan yang dihadapi investor.[] 

Share :