(0254) 8480010 | HELP DESK OSS BANTEN (081384827079)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Realisasi Investasi Januari-September 2019, Banten Masih Jadi Primadona Investor

Realisasi Investasi Januari-September 2019, Banten Masih Jadi Primadona Investor

Letak yang strategis dan memiliki potensi investasi yang besar membuat daerah penyangga ibu kota ini tak pernah sepi dari para investor. Buktinya, dari hasil realisasi investasi yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan (BKPM) RI, realisasi investasi Provinsi Banten selalu masuk dalam 10 besar secara nasional. Seperti realisasi Januari-September dan Triwulaan III Tahun 2019, tren investasi di Banten cenderung stabil, bahkan terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, nilai investasi Provinsi Banten periode Januari-September Tahun 2019 telah terealisasi sebesar Rp. 33,78 triliun dengan 4.792 proyek. Sementara itu, triwulan III (Juli-September) realisasi investasi Banten mecapai Rp. 9,18 triliun dengan 1.712 proyek. Berdasarkan laporan tersebut realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Provinsi Banten periode Januari-September Tahun 2019 mencapai Rp. 21.29 triliun dari 3.021 proyek. Sementara realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 12.47 triliun dengan 1.771 proyek.

Wilayah Investasi

Dari sebaran investasi periode Januari-September Tahun 2019, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kabupaten Tangerang dengan nilai inveastasi sebesar Rp. 6,64 triliun dengan 1.238 proyek, selanjutnya berturut-turut Kota Cilegon sebesar Rp. 3,73 triliun dengan 258 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp. 3,645 triliun dan 413 proyek, Kota Serang sebesar Rp. 3,643 triliun dan 27 proyek, Kota Tangerang sebesar Rp. 2,68 triliun dan 683 proyek, Kabupaten Lebak sebesar Rp. 620,99 miliar dan 33 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 328,49 miliar dan 359 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp. 366 juta dan 10 proyek.

Sama halnya dengan PMA, realisasi investasi pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ditempati Kabupaten Tangerang dengan nilai investasi sebesar Rp. 4,86 triliun dan 691 proyek, selanjutnya berturut-turut Kota Tangerang sebesar Rp. 3,08 triliun dan 478 proyek, Kota Cilegon sebesar  Rp. 1,74 triliun dan 94 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp. 1,54 triliun dan 220 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 1,02 triliun dan 197 proyek, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp. 135,87 miliar dan 20 proyek, Kota Serang sebesar Rp. 55,20 miliar dan 41 proyek, dan Kabupaten Lebak sebesar Rp. 11,51 miliar dan 30 proyek.

Sektor Investasi

Pada periode Januari-September Tahun 2019, sektor dengan nilai investasi tertinggi pada Penanaman Modal Asing (PMA) adalah Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan nilai investasi sebesar Rp. 5,33 triliun dengan 118 proyek, selanjutnya disusul Listrik, Gas dan Air sebesar Rp. 3,62 triliun dan 33 proyek, Industri Kimia dan Farmasi sebesar Rp. 2,92 triliun dan 388 proyek, Industri Makanan sebesar Rp. 2,56 triliun dan 189 proyek, Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp. 1,21 triliun dan 635 proyek, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp. 1,11 triliun dan 62 proyek, konstruksi sebesar Rp.  889,59 miliar dan 33 proyek.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sektor dengan nilai investasi tertinggi berada pada sektor Industri Makanan dengan nilai investasi sebesar Rp. 3,42 triliun dan  161 proyek, selanjutnya disusul berturut-turut Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp. 2,67 triliun dan 51 proyek, Listrik, Gas dan Air sebesar Rp. 1,19 triliun dan 32 proyek, Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp. 1,12 triliun dan 413 proyek, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar Rp. 880,292 miliar dan 150 proyek, dan Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya sebesar Rp. 803,67 miliar dan 119 proyek, dan Industri Kimia Dan Farmasi sebesar Rp. 425,22 miliar dan 167 proyek.[Adv

Share :