(0254) 8480010 | HELP DESK OSS BANTEN (081384827079)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Wagub Banten Pastikan Iklim Investasi di Banten Kondusif

Wagub Banten Pastikan Iklim Investasi di Banten Kondusif

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy hadir mendampingi Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan peletakan batu pertama perluasan PT Cabot Indonesia di kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon, Kamis (21/11).

Dalam sambutannya, Andika menyebut perluasan pabrik black carbon tersebut menunjukkan kepercayaan investor PMA (penanam modal asing) di Provinsi Banten untuk berinvestasi masih sangat tinggi.

“Untuk itu saya mewakili Pemprov Banten mengucapkan terima kasih khususnya hari ini kepada PT Cabot Indonesia yang melakukan peletakkan batu pertama untuk perluasan pabriknya,” kata Andika.

Dengan perluasan produksi PT Cabot Indonesia ini juga, kata Andika, diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih bagi pengembangan industri ban, produk karet dan industri otomotif nasional di Indonesia, dengan peningkatan ketersediaan bahan baku serta penggunaan komponen dalam negeri dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor carbon black.

Andika melanjutkan, dengan perluasan produksi PT Cabot Indonesia diharapkan akan memacu industri hilir serta semakin menumbuhkan kepercayaan dan persepsi dunia usaha, baik dari dalam maupun luar negeri terhadap iklim investasi di Provinsi Banten yang semakin aman, dan kondusif.

Sektor industri di Provinsi Banten, kata Andika, merupakan sektor utama penggerak pekonomian daerah, dengan kontribusi terhadap PDRB sektor industri pengolahan tahun 2018 sebesar 31,2 persen.

Sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri (RPIP) Provinsi Banten 2019-2039, Banten memiliki 10 produk unggulan daerah diantaranya industri kimia, logam, alas kaki, yang juga menjadi industri unggulan nasional.

Lebih jauh Andika menjelaskan, berdasarkan struktur penyerapan tenaga kerja pada sektor industri mencapai 33 persen, yang menandakan bahwa mata pencaharian penduduk yang ada di Provinsi Banten pada sektor ini cukup signifikan.

Namun, pada sisi lain kami masih menghadapi permasalahan Tingkat Pengangguran Tebuka (TPT).

Sebagai provinsi yang memiliki kegiatan usaha industri yang cukup besar, kata Andika, maka rencana tata ruang telah teralokasikan wilayah peruntukan industri seluas 53.945 hektare diantaranya berupa kawasan industri sebanyak 19 kawasan.

Namun hingga saat ini tingkat rata-rata pemanfaatan kawasan industri masih rendah yaitu dibawah 35 persen. “Untuk itu ke depan diharapkan investasi sektor industri yang baru agar diprioritaskan untuk menempati di kawasan industry,” kata Andika.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya berharap proses perluasan kapasitas produksi Cabot dapat berjalan lancar dan cepat.

“Kami juga berharap agar proyek ini lebih mengutamakan penggunaan komponen dan tenaga kerja dalam negeri,” ungkap Agus.

Untuk diketahui, dengan perluasan ini, PT Cabot Indonesia berencana menambah kapasitas produksi karbon hitam (carbon black) sekira 80.000 metrik ton.

Proyek perluasan fasilitas produksi ini ditargetkan selesai pada tahun 2021. Perluasan fasilitas produksi ini merupakan bagian dari proyek peningkatan kapasitas dan debottlenecking global yang telah diumumkan pada Mei 2018.[] 

Share :