(0254) 8480010 | HELP DESK OSS BANTEN (081384827079)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Realisasi Investasi di Kabupaten Lebak Tembus Rp748,48 Miliar

Realisasi Investasi di Kabupaten Lebak Tembus Rp748,48 Miliar
Realisasi investasi di Kabupaten Lebak, Banten, telah menembus Rp748,48 miliar yang mampu memberikan dampak kepada peningkatan lapangan kerja dan kinerja perekonomian di wilayah tersebut, kata pejabat investasi setempat di Lebak, Selasa.

"Kita mengapresiasi pertumbuhan investasi di Lebak tumbuh dan berkembang," kata Kepala Bidang Pengendalian, Pelaksanaan, Penanaman Modal, dan Informasi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Erdy.

Erdy memaparkan realisasi itu terdiri dari atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp11,51 miliar, Penanaman Modal Asing (PMA) Rp620,96 miliar dan PMDN non Fasilitas/SIUP Rp116,01 miliar.

Realisasi ini juga mencakup pencapaian pada triwulan I sebesar Rp121,67 miliar, triwulan II senilai Rp588,05 miliar dan triwulan III sebesar Rp38,75 miliar.

Menurut dia, pemerintah daerah telah bekerja keras untuk menjadikan Kabupaten Lebak sebagai daerah investasi yang kondusif dalam rangka mendukung percepatan pembangunan.

Selama ini, Kabupaten Lebak menjadi daerah investasi yang kondusif seiring dengan membaiknya pembangunan infrastruktur, diantaranya beroperasinya jalan rel ganda atau double track Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang.

Selain itu, banyak investor properti perumahan, seperti PT Ciputra Group yang membangun kawasan Maja sebagai Kota Satelit untuk menampung warga DKI Jakarta.

Selain pemukiman, juga terdapat pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi lima kecamatan di Kabupaten Lebak.

Pembangunan jalan tol itu dapat menumbuhkan kawasan zona industri serta menyerap ribuan tenaga kerja dan memberikan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kemudahan-kemudahan bagi investor untuk mengantongi perizinan tanpa berbelit-belit.

Apalagi, proses perizinan sudah dioperasikan melalui pelayanan satu atap terintegrasi secara elektronik menggunakan sistem OSS.

Penerapan OSS itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 dan dilakukan secara sinergi antara satuan tugas yang sudah terbentuk di kementerian maupun lembaga juga pemerintah daerah.

"Kami yakin pertumbuhan investasi di Lebak terus berkembang, sehingga bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Erdy.[Adv]
Share :