(0254) 8480010 | HELP DESK OSS BANTEN (081384827079)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

BKPM Target Realisasi Investasi Tahun Ini Capai Rp 886 Triliun

BKPM Target Realisasi Investasi Tahun Ini Capai Rp 886 Triliun
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan, realisasi investasi mencapai Rp 886 triliun pada tahun depan. BKPM menilai, target tersebut dapat membantu untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5%.

"Bayangkan kalau target itu terealisasi, saya yakin pertumbuhan ekonomi ke depan tetap di atas 5%,” kata Kepala BKPM Bhalil Lahadalia saat konferensi pers di Hotel JW Marriot, Jakarta, kemarin (27/12) malam. Bahlil optimistis, realisasi investasi tahun depan lebih berkualitas di banding tahun ini. Sebab, ia menargetkan Rp 246,3 triliun di antaranya merupakan investasi di sektor manufaktur dan hilirisasi.

Ia menilai, masuknya investasi dalam jumlah besar dapat membantu ekonomi tetap tumbuh di tengah perlambatan perekonomian global. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mendorong optimisme investor supaya tertarik menanamkan modalnya di Tanah Air.

Apalagi, saat ini kemudahan investasi Indonesia berada pada peringkat 73 dunia. Pemerintah menargetkan, peringkatnya naik menjadi 50. Bahlil menilai, rendahnya peringkat kemudahan investasi Indonesia karena banyak aturan yang menghambat. "Ada 1500 Surat Keputusan (SK) Menteri yang menghambat investasi. Kami pangkas menjadi 298 yang sedang diperjuangkan paling lambat Januari," ujarnya.

BKPM mencatat, potensi investasi yang terhambat masuk Indonesia mencapai Rp 708 triliunhingga 2020. Dari jumlah tersebut, Rp 129 di antaranya sudah dieksekusi. Di antaranya Petrokimia US$ 4,2 miliar, pembangkit listrik di Jawa Barat Rp 37 triliun, Hyundai, dan lainnya. Itu artinya, masih ada Rp 579 triliun potensi investasi yang harus direalisasikan hingga tahun depan.

“Presiden menargetkan kami harus menyelesaikan investasi yang terhambat," kata dia, beberapa waktu lalu (25/12). Menjelang penutupan tahun ini, BKPM optimistis realisasi investasi melampaui Rp 792 triliun. "Angkanya nanti disampaikan Januari sebagai kelaziman jadwal," kata Bahlil.[]
Share :