(0254) 8480010 | HELP DESK OSS BANTEN (081384827079)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Ini Bukti Investasi RI Makin Seksi

Ini Bukti Investasi RI Makin Seksi

Bank Indonesia (BI) berbangga karena rupiah menguat hingga unggul di regional serta menyandang titel menjadi Macan Asia, yang diiringi turunnya risiko investasi di dalam negeri di mata investor global.

Risiko berinvestasi tersebut juga dicerminkan oleh posisi harga kontrak
 Credit Default Swap (CDS) obligasi pemerintah berdenominasi dolar AS, khususnya tenor 5 tahun.

CDS adalah instrumen keuangan berupa efek turunan (derivatif) atau kontrak yang menjadi jaminan bagi pemilik efek utang (
fixed income) tertentu terhadap risiko kredit instrumen tertentu, dalam hal ini obligasi pemerintah Indonesia yang berdenominasi dolar AS. Semakin tinggi nilai CDS, maka dapat mencerminkan risiko gagal bayar (default) sebuah instrumen sedang tinggi, sehingga untuk membeli 'asuransi' gagal bayar itu menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan ketika risikonya rendah. 

 

Instrumen yang paling umum dijadikan CDS-nya adalah obligasi daerah (municipal bonds), obligasi negara berkembang, efek beragun aset KPR (EBA-KPR, mortgage backed securities/MBS), dan obligasi korporasi.


Untuk Surat Berharga Negara (SBN), seri yang umum disertai CDS di pasar adalah obligasi pemerintah yang terbit dalam mata uang dolar AS di mana CDS-nya diterbitkan oleh institusi keuangan di luar negeri. Obligasi Indonesia denominasi dolar AS biasa juga disebut Indo Bond.

Saat ini, CDS Indo Bond tenor 5 tahun berada pada 62,91 basis poin (bps) hari ini,  berdasarkan data Refinitiv. Level itu merupakan level terendah sepanjang masa, setidaknya sejak 10 tahun yang lalu. Meskipun menjadi level terendah yang mungkin sepanjang masa, tetapi sebenarnya nilai CDS itu sudah menjadi yang terendah sejak awal November tahun lalu ketika turun hingga di bawah 76 bps.[]


Sumber: cnbcindonesia.com

Share :