WA OSS (08138 48270 79), PENGADUAN (08776 77777 07)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id, dpmptsbantenpengaduan@gmail.com

BKPM Sebut 90 Persen Dana Investasi UEA ke RI Akan Masuk ke Pertamina

BKPM Sebut 90 Persen Dana Investasi UEA ke RI Akan Masuk ke Pertamina

Kepala Badan Penanaman Modal atau BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan mayoritas investasi yang akan dikucurkan Uni Emirat Arab ke Indonesia bakal digunakan untuk pengembangan sektor pertambangan minyak. UEA sebelumnya berencana menyuntik dana segar ke dalam negeri senilai US$ 20 miliar atau Rp 280 triliun.

"Sebesar 80-90 persen ke Pertamina. Kalau ke PLN, ke listrik kecil, hanya US$ 160 jutaan," ujar Bahlil di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Selasa, 7 Januari 2020.

Adapun investasi ke Pertamina akan digunakan untuk mengembangkan proyek penghiliran di sejumlah kilang minyak di dalam negeri guna menggenjot jumlah produksi. Di antaranya Kilang Balongan dan Kilang Balikpapan.

Selain ke sektor energi, dana segar UEA rencananya diserap untuk sektor lain. Misalnya sektor pertanian dan pendidikan. Bahlil memastikan UEA akan mulai menanamkan modal tahun ini.

Momentum penekenan kerja sama investasi antara UEA dan Indonesia akan dilakukan pada 13 Januari 2020 di Abu Dhabi. Presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal bertolak ke negara tersebut untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU secara langsung.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu mengatakan skema dana investasi UEA ini akan diimplementasikan melalui beberapa cara. Salah satunya Abu Dhabi Investment Authority atau ADIA. “Dari ADIA nanti akan masuk investasi senilai US$ 1 milar (Rp 14 triliun),” ujarnya, Oktober 2019 lalu.

Selain berminat menanamkan modal, Luhut mengatakan UEA telah menawarkan proposal pembentukan Lembaga Dana Abadi atau Sovereign Wealth Fund (SWF). SWF akan menjadi penampung dana investasi dari berbagai negara, termasuk UEA.

Dengan SWF, investasi ke Indonesia dapat ditingkatkan secara bertahap. Dana tambahan ini bisa digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur atau investasi secara umum.[]

Share :