KONSULTASI : OSS (08116774642), SIPEKA (081325778089), WHATSAPP PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Ini Dampak Virus Korona bagi Pertumbuhan Ekonomi Banten

Ini Dampak Virus Korona bagi Pertumbuhan Ekonomi Banten

SERANG - Wabah virus korona atau Covid-19 berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja.

"Kalau angka pertumbuhan kita perkiraan kan 5,4% sampai 5,8%, itu skenario yang Desember 2019. Sekarang ini kita sedang menghitung ulang kalkulasi dengan melakukan asisment outlook perekenomian secara keseluruhan dengan mempertimbangan domestiknya dan mempertimbangkan globalnya," ujar Erwin


Diungkapkan Erwin, dari sisi konsumsi di Provinsi Banten akan mengalami penurunan melihat angka proyeksinya karena terjadi penurunan ekspektasi konsumsi.

Kemudian dari sisi investasi juga diprediksi menjadi faktor penghambat berkembangnya perekonomian di Provinsi Banten. Sebab, para pengusaha akan menunda keinginannya untuk berinvestasi di Banten.

"Kemungkinan investasi dari China pada tahun 2020 itu kan cukup besar angkanya sampai USD0,45 miliar dan diperkirakan bukan tidak mungkin potensi penundaan itu ada," ujar Erwin.

kan tetapi, dari sisi investasi yang exiting akan tetap berjalan. terutama yang tidak berkaitan dengan bahan baku impor dari china. Bahkan, pemerintah harus memeberikan kemudahan bagi para investor yang ingin berinvestasi di Banten.

Faktoe lainnya yang terpengaruh juga pada sektor transportasi, saat ini pemerintah sudah melakukan penutupan 13 rute penerbangan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Ini kan menjadi sumbangan di banten. kebetulan bandara soekarno hatta kan menjadi bagian jalur banten. tentu otomatis itu juga memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi di banten," kata Erwin.

Selain itu, pnurunan jumlah penumpang juga berimbas pada jumlahwisatawan yang membelanjakan uangnya di Banten. "Kemudian okupansi rating juga sudah berkurang, hotel juga mengalami penurunan. Itu sedang kita kalkulasi ulang faktor investasi, konsumsi, transportasi, akomodasi," jelasnya.

Kemudian di sisi industri pengolahan yang menjadi pendorong terbesar perekonomian ekonomi di banten tidak terpengaruh. Sebab, i bahan baku induatri kima tidak berasal dari tiongkok, dan saat ini ketersediaan bahan baku audah mencukupi.

Akan tetapi, Industri alas kaki beberapa justru mendapatakan manfaat positif karena mendapat alihan pesanan industri dari China.

"Tapi, industri elektronik kita lihat bahan bakunya banyak dari china otomatis produksinya terganggu," kata Erwin

Dia berharap, dengan mewabahnya virus korona di Indonesia tidak berdampak pada pertunbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Untuk itu, pihaknya masih mengkalkulasi ulang dengan melihat dampaknya dari konsumsi, transportasi, investasi, akomodasi dan industri pengolahan. "Jadi overall kita liat (dampaknya)," tandasnya.


Share :