KONSULTASI : OSS (08116774642), SIPEKA (081325778089), WHATSAPP PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Masjid Agung Banten, Tempat Wisata Religi yang Sarat Nilai Sejarah

Masjid Agung Banten, Tempat Wisata Religi yang Sarat Nilai Sejarah

Banten dikenal memiliki beragam tempat wisata mulai dari alam, budaya, kuliner hingga religi.

Masjid Agung Banten menjadi satu tempat wisata religi yang terkenal dan sering  dikunjungi wisatawan dalam dan luar kota.

Tempat wisata di Banten ini merupakan satu di antara masjid tertua diIndonesia yang sarat akan nilai sejarah


Masjid Agung Banten berdiri megah, Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, tepatnya di desa Banten, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Akses ke lokasi dapat dituju dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Dari terminal Terminal Pakupatan, Serang menggunakan bis jurusan Banten Lama atau mencarter mobil angkutan kota menuju lokasi selama lebih kurang setengah jam

Masjid Agung Banten juga berpengaruh terhadap perkembangan agama Islam di Banten

Masjid Agung Banten dibangun pada masa Pemerintahan Sultan Hasanuddin yang menjadi raja pertama dari Kesultanan Banten.

 Sultan Hasanuddin merupakan putra pertama Sunan Gunung Jati, tokoh yang aktif dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia.

 Bangunan Masjid Agung Banten memiliki luas 1,3 hektar dengan dikelilingi tembok dengan ketinggian satu meter.

 Menara Masjid Agung Banten bisa dibilang cukup unik karena mirip dengan bangunan mercusuar dan terletak di sebelah timur masjid.

 Masjid Agung Banten semakin megah dengan sentuhan gaya arsitektur Tiongkok, Hindu, Eropa dan Jawa.


Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda Tiongkok yang juga merupakan karya arsitek Tionghoa yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.

Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid ini. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel.

 Traveler yang sedang berada di Banten bisa mampir sejenak untuk berwisata religi sekaligus mengenal sejarah Masjid Agung Banten.


Share :