WA OSS (08138 48270 79), PENGADUAN (08776 77777 07)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id, dpmptsbantenpengaduan@gmail.com

Era New Normal, Peluang Bisnis dan Investasi Diprediksi Kembali Menggeliat

Era New Normal, Peluang Bisnis dan Investasi Diprediksi Kembali Menggeliat
Pemerintah Indonesia telah memutusakan untuk memberlakukan adaptasi kebiasaan baru (ABK) di berbagai sektor. Kini, semua sektor secara bertahap kembali menjalankan kegiatannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ketua Apnatel Jabar Boris Syaifullah menilai jika adaptasi kebiasaan baru atau masa transisi ini bisa membangkitkan kembali perekonomian di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Diapun memprediksi beberapa peluang bisnis dan investasi akan timbul di beberapa sektor.

Boris menambahkan, masa new normal di Indonesia akan berlaku pada Minggu ketiga di bulan Juli, beberapa tempat seperti mal ,pasar, restoran, akan dibuka kembali tetapi dengan syarat harus memenuhi peraturan protokoler kesehatan.

"Akan muncul beberapa peluang usaha baru pada saat new normal nanti, di antaranya usaha Industri farmasi kesehatan, kebutuhan dasar, pokok, dan makanan, gigitalisasi dan infrastruktur telekomunikasi packaging frozenfood, alat kesehatan, jual beli kuota internet bahkan tidak menutup kemungkinan usaha frenchise, jasa ekpedisi, semakin menjamur pada saat era new normal ini," ungkap boris yang juga CEO & Presdir Borsya cipta communica dibawah naungan (BorSya Group) dalam siaran persnya.

Boris pun mengungkapkan peluang bisnis ini tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja. Dia menilai peluang bisnis ini bisa sampai ke pelosok timur Indonesia.

"Beberapa waktu lalu saya pulang ke Kabupaten Sumbawa, saya melihat geliat bisnis di kota tersebut cukup tinggi, tidak menutup kemungkinan pada saat new normal nanti daerah tersebut akan siap menerima perubahan kenaikan perekonomian yang cukup signifikan," tutup Boris.



Share :