WA OSS (08138 48270 79), PENGADUAN (08776 77777 07)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id, dpmptsbantenpengaduan@gmail.com

Cari Peluang Investasi di Banten? Dua Daerah Ini Layak Dipertimbangkan

Cari Peluang Investasi di Banten? Dua Daerah Ini Layak Dipertimbangkan
 Provinsi Banten sebagai salah satu tujuan investasi di Indonesia dinilai sangat menjanjikan. Salah satu peluang investasi yang bisa ditanamkan di provinsi paling ujung Barat Pulau Jawa ini adalah sektor properti.

Saat ini, menurut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, setidaknya terdapat dua daerah yang sangat potensial untuk investasi properti di Provinsi Banten, yakni di Serang dan Cilegon.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Mahdani menerangkan bahwa Banten sangat potensial dilihat dari sejumlah indikator pendukungnya.

Antara lain, pertama dari tren investasi yang terus menunjukan grafik positif dan juga selalu masuk dalam 5 besar tujuan investasi di Indonesia, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di Banten, dari 2017 hingga 2019 menunjukkan tren investasi yang positif. Realisasi 2017 mencapai Rp55,8 triliun dari 3.148 proyek dengan serapan tenaga kerja 109.291 orang, lalu 2018 realisasinya naik menjadi Rp56,52 triliun dari 4.159 proyek dengan serapan pekerja 44.939 orang.

Kemudian, pada 2019 realisasi investasi mencapai Rp48,73 triliun dari 4.954 proyek, dengan serapan pekerja 48.258 orang. Dan realisasi Januari-September 2020 mencapai Rp42,02 triliun dari 6.952 proyek dengan serapan 51.316 tenaga kerja.

"Periode triwulan III ini Banten menempati urutan ke 2 realisasi penanaman modal tertinggi secara nasional," ujarnya, melalui siaran resmi yang dikutip, Rabu (11/11/2020).

Peluang Properti di Serang

Mahdani menjelaskan, kebutuhan sektor properti, terutama perumahan di Banten cukup tinggi. Dengan populasi lebih dari 12 juta jiwa pada 2019 (Data BPS Banten), kebutuhan rumah menjadi sangat tinggi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang di sekitar kawasan industri.

Menurutnya, pada 2018, kebutuhan rumah di Banten diestimasi mencapai 500 ribu unit, sementara pada 2019 Provinsi Banten memiliki jumlah backlog cukup tinggi, sebesar 6.355 KK.

Adapun berdasarkan catatan Realestat Indonesia (REI), besarnya kebutuhan rumah di Banten didorong tingginya arus urbanisasi, mengingat banyaknya industri yang beroperasi di sana.

Saat ini, Provinsi Banten sendiri menjadi daerah pemasok rumah subsidi kedua terbesar di Indonesia, setelah Jawa Barat, sehingga kebutuhan akan perumahan menjadi peluang bagi pengembang, baik perumahan untuk kelas menengah ke bawah (bersubsidi) maupun kelas menengah ke atas.

"Sebagai pintu masuk Pulau Jawa dari bagian Barat, Kabupaten dan Kota Serang, memiliki daya tarik bagi pertumbuhan industri properti. Apalagi Serang diapit berbagai fasilitas strategis mulai dari jalan tol, pelabuhan, dan beberapa kawasan industri," ujarnya.

Selain wilayah yang strategis, lanjutnya, kehidupan masyarakat ala perkotaan di Serang memungkinkan sektor ini juga terus tumbuh dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

"Ditambah bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada sekitar 2020-2030 akan membuat kebutuhan rumah meningkat pesat. Hal ini tentu memunculkan potensi bisnis yang luar biasa bagi pengembang dan juga perbankan dari sisi pembiayaan," ujarnya.

Selain properti perumahan, lanjutnya, Serang juga dinilai sangat potensial bagi pertumbuhan industri kreatif, hotel, restoran, kawasan atau pusat perbelanjaan, dan wisata. Apalagi, Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan ruang pada sektor industri kreatif sebagai salah satu jenis investasi baru yang potensial.

“Sektor baru yang ditawarkan adalah bidang usaha ekonomi kreatif dan fasilitasi terhadap para UMKM dan startup dalam membuka usaha”m," ujar Mahdani.

Peluang Properti di Cilegon

Selain Serang, lanjut Mahdani, wilayah lain yang potensial adalah Cilegon, yang juga sebagai daerah kawasan industri.

Menurutnya, sebagai kawasan industri maka juga menjadikan sektor properti sangat cocok untuk dikembangkan. Selain itu, tingginya aktivitas produksi, perdagangan dan distribusi barang, juga membuka peluang dibukanya kawasan-kawasan pergudangan dan transportasi logistic.

"Selain properti, peluang lain seperti perhotelan, apartemen, dan pusat perbelanjaan masih terbuka lebar di kota baja ini," ujarnya.

Menurutnya, selain memiliki risiko investasi yang rendah, keuntungan berinvestasi properti di Cilegon didukung lokasi geografis yang merupakan jalur penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, yang bakal memicu permintaan sektor lain seperti hotel, pusat perbelanjaan, dan restoran.

Pihaknya pun mengakui bahwa saat ini investasi sektor industri masih jadi primadona di Kota Cilegon. salah satunya kawasan industri Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) dan juga pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Gubernur Banten Wahidin Halim pun mengatakan bahwa peluang investasi logam dasar dan petrokimia di sana sangat besar. Provinsi Banten membutuhkan kehadiran industri antara dan hilir untuk melengkapi integrasi di klaster (kawasan) industri petrokimia.

“Ini perlu dilakukan agar tercapai efisiensi dan efektivitas, khususnya terkait biaya transportasi untuk distribusi barang,” ujarnya.

Pihaknya pun menjanjikan kemudahan dan kepastian perizinan investasi di wilayahnya, seperti mempermudah proses perizinan dengan Online Single Submission (OSS) yang memangkas birokrasi.
Share :