KONSULTASI : OSS (08116774642), SIPEKA (081325778089), WHATSAPP PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Penanaman Modal Asing Peringkat 6 Nasional, Investasi di Banten Capai Rp14,78 Triliun, Berikut Rinciannya

Penanaman Modal Asing Peringkat 6 Nasional, Investasi di Banten Capai Rp14,78 Triliun, Berikut Rinciannya
Investasi di Banten triwulan I Januari – Maret 2021 mencapai Rp14,78 triliun.

Investasi tersebut menempatkan Banten di posisi 6 nasional untuk Penanaman Modal Asing (PMA). Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada di posisi 5 nasional.

Berdasarkan RPJMD Provinsi Banten 2017-2022, pada tahun 2021 Pemprov Banten menargetkan realisasi investasi senilai Rp51,30 triliun. Kurun waktu Januari-Maret 2021 capaian realisasi investasi di Banten mencapai Rp14,78 triliun.

Perinciannya, realisasi investasi PMA sebesar 535 juta dolar AS atau Rp7,81 triliun dengan 984 proyek dan realisasi PMDN senilai Rp6,97 triliun dengan 1.914 proyek.

“Sehingga capaian terhadap target RPJMD adalah sebesar 28,22 persen,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim.
“Adapun perincian realisasi investasi di Provinsi Banten pada triwulan I 2021 adalah senilai Rp14,78 triliun atau sebesar 28,22 persen dari renstra sebesar Rp51.30 triliun,” sambung gubernur yang akrab disapa WH itu.

Dengan realisasi investasi sebesar itu, menempatkan Provinsi Banten pada posisi peringkat enam untuk penanaman modal asing (PMA) dengan realisasi sebesar 535 juta dolar AS atau Rp7,81 triliun dengan  984 proyek setelah Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Riau dan Sulawesi Tenggara.

Investasi dalam negeri atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga tumbuh positif dengan menempati poslisi lima di Indonesia. Adapun realisasi investasi PMDN senilai Rp6,97 triliun dengan 1.914 proyek. Di atas Banten ada Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Jika dilihat asal investor, paling banyak berasal dari Thailand dengan realisasi 223.032  dolar AS atau 22,02 persen, disusul Korea Selatan dengan realisasi 147.929 dolar AS atau 16,60 persen, Singapura  dengan realisasi 60.812 dolar AS atau 6,00 persen, Malaysia dengan realisasi 50.268 dolar AS atau 4,96 persen, dan RRT dengan realisasi 5,512 dolar AS atau 1,53 persen.

Jika dibandingkan dengan perolehan investasi tahun-tahun sebelumnya maka mengalami perkembangan yang fluktuatif.

Baca Juga: Soroti Korupsi di Banten, WH: Modus Korupsi Ada saja, Kita Bangun Sistem, namun Masih Bisa Diakali
Hal ini dapat terlihat dari Tahun 2018 realisasi investasi sebesar Rp15,5 triliun, Tahun 2019 sebesar Rp12,50 triliun, Tahun 2020 sebesar Rp6,87 triliun dan Tahun 2021 sebesar  Rp14,78 triliun.

Sedangkan realisasi investasi di Provinsi Banten berdasarkan lokasi proyek dari total realisasi Rp14,78  trilyun dengan 2.898   proyek paling besar di Kota Cilegon  sebesar  Rp5,39  triliun atau 36,47 persen  dengan 134 proyek.

Selanjutnya, Kabupaten Tangerang sebesar Rp3,16 triliun atau 22,27  persen dengan 1.079 proyek, Kota Tangerang sebesar Rp3,29 triliun, atau 21,39  persen dengan 759  proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp1,68 triliun atau 11,38 persen dengan 251 proyek.

Kemudian, Kabupaten Lebak sebesar Rp 0,59 triliun atau 4,05  persen dengan 58 proyek, Kota Tangerang Selatan  sebesar Rp0,58 triliun atau 3,98 persen dengan 549 proyek, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp0,05 triliun atau 0.38  persen dengan 30 proyek dan Kota Serang sebesar Rp0,01 triliun atau 0,09  persen dengan 38 proyek.

Share :