KONSULTASI : OSS (081384827079), SIPEKA (081325778089), PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Pemprov Banten Dorong Kawasan Industri Tampung Investasi Baru

Pemprov Banten Dorong Kawasan Industri Tampung Investasi Baru

Provinsi Banten setidaknya memiliki 20 kawasan industri, beberapa di antaranya masih sangat aktif dan menjadi pusat produksi barang dan jasa. Provinsi Banten setidaknya memiliki 20 kawasan industri, beberapa di antaranya masih sangat aktif dan menjadi pusat produksi barang dan jasa. (Arsip Pemrov Banten).
Jakarta, CNN Indonesia --

Banten punya potensi sebagai tempat para investor untuk berinvestasi karena memiliki wilayah yang letak geografisnya strategis sebagai pintu gerbang menuju pasar lokal dan internasional.

Tersedianya kawasan industri sebagai penopang aktifitas industri telah menjadi kebutuhan, baik bagi daerah dalam penataan ruang dan wilayahnya, maupun bagi investor untuk memulai dan mengembangkan kegiatan usahanya.

Saat ini setidaknya terdapat 20 kawasan industri di Provinsi Banten. Beberapa di antaranya masih sangat aktif dan menjadi pusat produksi barang dan jasa.

Pengembangan kawasan industri di wilayah Banten telah terintegrasi dengan ketersediaan infrastruktur yang sangat memadai, sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi dan logistik serta daya saing produk manufaktur nasional di pasar ekspor.

Namun, terjangan pandemi Covid-19 membuat Kondisi pemasaran kawasan industri mengalami dampak yang cukup besar. Jumlah minat untuk berinvestasi mengalami penurunan karena permintaan akan barang produksi dan jasa juga menurun.

Pasar mengalami kontraksi, serta seluruh rencana dan rancangan harus dikaji ulang. Prediksi pertumbuhan menjadi berubah, sehingga diperlukan penyesuaian dalam angka proyeksi usaha secara menyeluruh.

Karena itulah, koordinasi dan sinergi antara pemerintah, stakeholder, dan para pengusaha menjadi langkah terbaik untuk menanggulangi guncangan pandemi yang telah berlangsung sejak 2020 ini.

Nur Wijayanto, General Manager Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) menerangkan, butuh strategi khusus antara pengelola kawasan, pemerintah dan stakeholder agar bisa kembali bangkit menarik investor.

 


Salah satu kawasan industri di Provinsi Banten, yakni Cikande Modernland. (Arsip Pemrov Banten).

Siapkan Infrastruktur dan Permudah Perizinan

Nur Wijayanto menjelaskan investor datang tentu tidak sendiri, tapi berikut dengan sektor-sektor pendukung lainnya. Sehingga kawasan industr perlu menyiapkan fasilitas yang lebih baik.

Pembenahan internal juga perlu disiapkan, meliputi hardware berupa sarana dan prasarana, serta software berupa sumber daya manusia.

"Untuk infrastruktur dan sarpras di KIEC kami siap menyambut para investor dengan baik," jelas Nur Wijayanto, Senin (29/6).

Sisi lainnya, pengelola kawasan juga sadar untuk menarik investor memerlukan keunggulan kompetitf dibanding kawasan lainnya. Nur Wijayanto mengatakan infrastruktur KIEC sudah sangat menunjang.

"Dan untuk memberikan kemudahan dalam berusaha kami telah didukung Pemerintah Provinsi Banten. Pemprov Banten telah memberikan kemudahan para pelaku usaha untuk mendapatkan ijin usaha, bahkan saat mulai pembangunan konstruksi," ujarnya.

Pengelola KIEC dan Pemprov Banten juga bersama-sama mengadakan promosi dan menjaga iklim yang kondusif bagi kegiatan investor.

PT KIEC sendiri terletak di kawasan industri terpadu Cilegon yang di kelilingi daerah perbukitan dan laut. Kawasan industri Krakatau Cilegon ini memiliki kontur tanah yang datar dengan total luas lahan 625 Hektar, mencakup kawasan Industri I dengan luas 550 hektar dan kawasan Industri II dengan luas 75 hektar.

Kawasan ini didesain dan dikembangkan dengan berdasarkan peraturan dari Master Plan Pengembangan Daerah Industri di Banten.

"Selain itu di area Industri KIEC juga disiapkan pergudangan, gedung perkantoran, hotel lengkap dengan sport center, lapangan golf dan perumahan," jelas Nur Wijayanto.

Berbeda dengan kawasan industri lainnya, KIEC memiliki segmentasi sendiri, yang kebanyakan pembeli berasal dari sektor industri berat, seperti baja dan kimia.