KONSULTASI : OSS (081384827079), SIPEKA (081325778089), PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Hati-hati, Ekonomi RI Kuartal III Bisa Minus Lagi!

Hati-hati, Ekonomi RI Kuartal III Bisa Minus Lagi!

Pekan depan, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021. Hasilnya sepertinya positif, Indonesia bakal keluar dari 'jurang' resesi.

Misalnya, Bank Danamon memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Tanah Air pada kuartal II-2021 tumbuh. 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sementara Maybank Indonesia lebih optimistis dengan 'ramalan' 6,41% yoy. Kemudian Mirae Asset punya proyeksi lebih tinggi lagi yaitu 6,75%.

Ekonomi Ibu Pertiwi pada kuartal II-2021 dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq) juga diperkirakan tumbuh. Proyeksi Bank Danamon, Maybank Indonesia, dan Mirae Asset masing-masing berada di 2%, 2,71%, dan 3,04%.

Dengan demikian, putus sudah rantai pertumbuhan negatif (kontraksi) yang dialami Indonesia selama empat kuartal beruntun alias setahun. Akhirnya Indonesia bisa 'lulus' dari ujian resesi.


Sepertinya efek basis yang rendah (low-base effect) sangat terasa pada kuartal II-2021. Sebab pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia menyentuh titik nadir dengan kontraksi lebih dari 5%. Ini adalah pencapaian terendah sejak 1999.

Pada kuartal II tahun lalu, pandemi virus corona (Coronavirus Disease 2019/Covid-19) sedang parah-parahnya melanda Indonesia. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpaksa membatasi aktivitas dan mobilitas rakyat melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Awal 2021, kondisi sudah jauh lebih baik. Kehadiran vaksin anti-virus corona berhasil menekan angka kasus positif sehingga pemerintah memberi kelonggaran. 'Keran' aktivitas dan mobilitas warga mulai dibuka, meski tetap ada pembatasan di sana-sini. Tidak hanya di Indonesia, negara-negara lain pun mengalami situasi serupa.

Perkembangan ini membuat ekonomi bersemi kembali. Konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor pulih dengan cepat.

BPS mencatat nilai ekspor barang pada kuartal II-2021 adalah US$ 50,8 miliar. Melonjak 54,27% dibandingkan kuartal II-2020.


Investasi pun melesat. Kemarin, Kementerian Investasi/Badan Pusat Koordinasi Penanaman Modal mengumumkan realisasi investasi pada kuartal II-2021 adalah Rp 223 triliun. Tumbuh 16,2% yoy.