KONSULTASI : OSS (081384827079), SIPEKA (081325778089), PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Miliki Segudang Keunggulan, Wahidin Halim Yakinkan Investor Jangan Ragu Investasi di Provinsi Banten

Miliki Segudang Keunggulan, Wahidin Halim Yakinkan Investor Jangan Ragu Investasi di Provinsi Banten
Gubernur Banten Wahidin Halim  menegaskan komitmen tentang kemudahan investasi di Provinsi Banten.

Dengan segenap keunggulan yang dimiliki Provinsi Banten, para investor dihimbau tidak ragu untuk melakukan investasi di wilayah barat Pulau Jawa tersebut.

"Insyaallah kami berikan jaminan dalam hal transparansi baik dalam hal kemudahan pelayanan, keamanan, dan lain sebagainya. Kami siap bekerja sama," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim di Rumah Dinas Gubernur Banten, Serang,

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, Pemprov Banten memberikan kemudahan kepada para investor dalam hal layanan serta murah alias tidak ada beban-beban ekonomi bagi para pengusaha. 

"Kita mampu melayani para investor dengan mudah dan cepat, kita punya loket-loket layanan yang ditopang dengan layanan digital, tidak perlu datang ke sini," jelas Wahidin.

Wahidin Halim menegaskan, akan melepaskan image korupsi dan alur birokratif yang sulit, sesuai intruksi Presiden Joko Widodo.

Selain itu, permohonan perijinan investasi dapat dilakukan dari rumah. Dipastikan petugas tidak akan mempersulit para investor, karena saat ini merupakan era digitalisasi.

"Generasi sekarang merupakan era digital, era system. Itu dapat menjadi salah satu daya tarik untuk berinvestasi di Provinsi Banten," ungkap Wahidin.

Wahidin Halim memaparkan segenap keunggulan lain yang dimiliki Provinsi Banten bagi investor untuk melakukan investasi. 

Yakni, kejelasan status tanah, rasa aman berinvestasi, infrastruktur penunjang mulai Bandara Soekarno-Hatta, pelabuhan laut yang memadai, jalan tol, jalan non-tol, jaringan rel kereta api, pasokan listrik, pasokan air (Waduk Sindang Heula dan Waduk Karian), hingga komitmen semangat anti korupsi.

"Industri kimia dan farmasi terus berkembang. Bahkan urusan oksigen kemarin produsennya di sini. Begitu juga dengan industri logam. Sekitar 21 ribu industri beroperasi di Provinsi Banten," terang Wahidin.

"Sektor perumahan di wilayah utara dan selatan seperti daerah Maja juga berkembang. Karena diuntungkan dekat dengan Jakarta serta pintu gerbang dari Pulau Sumatra dari jawa atau sebaliknya, sehingga tidak akan mengganggu target investor kita," lanjutnya.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, realisasi investasi pada Sementer 1 tahun 2021 mencapai sekitar Rp 31,423 triliun atau 61,24% dari target tahun 2021 sebesar Rp 51,30 triliun.

Yang terdiri dari PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sekitar Rp 17,127 triliun dan PMA (Penanaman Modal Asing) sekitar Rp 14,296 triliun. Mencakup 6.071 proyek dan mampu menyerap 38.705 orang tenaga kerja. 

Peringkat pertama realisasi investasi adalah Kota Tangerang sekitar Rp 9,189 triliun disusul Kota Cilegon sekitar Rp 6,869 triliun, Kabupaten Tangerang sekitar Rp 6,052 triliun.

Kemudian kabupaten Serang sekitar Rp 3,251 triliun, Kota Tangerang Selatan sekitar Rp 2,853 triliun, Kabupaten Pandeglang sekitar Rp 2,272 triliun, Kabupaten Lebak sekitar Rp 907,424 miliar, serta Kota Serang sebesar Rp 26,160 miliar.  

"Sementara pada sektor yang dominan investasi adalah industri kimia dan farmasi, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, industri logam, transportasi, gudang, dan telekomunikasi, serta, listrik, gas, dan air," tutup Wahidin Halim.
Share :