KONSULTASI : OSS (081384827079), SIPEKA (081325778089), PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadali mengungkapkan, Indonesia akan menerima investasi yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel).

Rencananya investasi tersebut akan masuk pada tahun ini.
"Investasi dari Australia cukup gede, dari AS yang masuk cukup besar juga, dan dari Korea Selatan akan masuk," ujarnya dalam konferensi pers virtual.

Kendati demikian, Bahlil masih enggan menjelaskan secara detail terkait rencana investasi dari ketiga negara tersebut, seperti mengenai jenis sektor, identitas perusahaan, dan nilai pasti investasi. Baca juga: Soal TKA China, Menteri Bahlil: Investasi Makin Besar Peluang Pekerjaan Juga Makin Besar "Beberapa perusahaan sudah masuk, tapi komitmen saya kepada mereka (investor), untuk belum mengumumkannya, ditahan dulu. Jadi saat waktunya akan saya sampaikan," jelasnya.

Menurutnya, Kementerian Investasi belum akan memberikan data terkait potensi investasi bila belum yakin akan terealisasi 100 persen. Namun, Bahlil memastikan bahwa rencana investasi dari ketiga negara itu sudah menunjukkan komitmen pasti maka akan segera dipublikasi. Meski enggan merincinya, Bahlil mengatakan, bahwa nilai investasi yang akan dibawa oleh ketiga negara tersebut cukup besar dan akan masuk di kuartal IV-2021.

Maka diharapkan investasi tersebut dapat mendorong untuk mengejar target investasi sepanjang tahun ini yang sebesar Rp 900 triliun.

"Itu nanti di akhir 2021 mereka sudah realisasi, berapa angkanya dan perusahaannya apa, nanti kita tunggu tanggal mainnya,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, kunci dari iklim investasi Indonesia tahun ini adalah bergantung terhadap penanganan dan pengendalian Covid-19. Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak bisa saling bekerja sama dalam penanganan pandemi sehingga perekonomian pun bisa kembali pulih. “Kita harus bahu membahu bangkitkan optimisme menatap ekonomi kearah yang lebih baik.

Politik penting, perbedaan penting, tapi saya pikir lihat waktunya juga mana yang kita lakukan, karena satu sisi kita perhatikan bagaimana penyelesaian Covid-19, di sisi lain ekonomi harus jalan. Ini bukan pekerjaan mudah,” pungkas Bahlil.

Share :