KONSULTASI : OSS (081384827079), SIPEKA (081325778089), PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Beroperasi, SUTET 500 kV Balaraja-Kembangan Siap Melistriki Jakarta dan Banten

Beroperasi, SUTET 500 kV Balaraja-Kembangan Siap Melistriki Jakarta dan Banten

Seiring dengan bertambahnya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) resmi memberi tegangan (energize) untuk line 2 transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan

Pembangunan infrastruktur kelistrikan yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional ini terdiri dari 157 tower, yang dibangun menggunakan 46 lahan tapak tower baru dan 111 lahan tapak tower eksisting. Dibangun sejak Oktober 2019, proyek ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,1 triliun.Transmisi ini terbentang sepanjang 94.4 kilometer sirkuit yang melintasi wilayah Provinsi Banten hingga DKI Jakarta. “Transmisi SUTET 500 kV Balaraja–Kembangan khususnya akan menyalurkan pasokan listrik dari PLTU Jawa 7 dengan kapasitas 2 x 1.000 MW ke sistem kelistrikan Jawa–Bali,” ujar General Manager PLN UIP JBB, Ratnasari Sjamsuddin 

Ia meneruskan, proyek ini juga berfungsi untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah DKI Jakarta dan Banten. “Sehingga ketika ada gangguan atau kegiatan pemeliharaan instalasi listrik, listrik ke pelanggan tetap terjaga suplai dan keandalannya,” tambah Ratnasari Sjamsuddin.

Transmisi SUTET 500 kV Balaraja – Kembangan, merupakan jalur transmisi SUTET pertama di Indonesia yang sebagian besar menggunakan jenis Slim Compact Lattice Tower. Desain tower ini adalah bentuk inovasi dari teknologi terbaru yang memiliki keunggulan dari segi efisiensi penggunaan lahan dan lebar right of way (ROW).

“Jika SUTET standar membutuhkan lahan 25 m x 25 m, konstruksi slim compact lattice tower cukup dengan 15 m x 15 m. Jadi penggunaannya sangat tepat di lokasi yang memiliki keterbatasan lahan seperti di Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya,” papar Ratnasari.

Slim compact lattice tower memiliki ketinggian yang sama seperti tower 500 kV standar, tetapi ada keunggulan lain seperti desain badan tower yang lebih ramping dengan sayap yang lebih pendek. “Jenis tower ini juga menjadi solusi bagi pembangunan SUTET di wilayah perkotaan yang sangat padat penduduk,” imbuhnya.

Selama proses pelaksanaan proyek, PLN UIP JBB telah melakukan sosialisasi, koordinasi, dan kerja sama baik dengan masyarakat sekitar maupun stakeholder terkait lainnya sehingga dalam pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Kendati demikian, sejumlah tantangan harus dihadapi dalam pelaksanaan konstruksi pembangunan.

“Salah satu tantangan kami adalah pembangunan di medan yang sulit dan padat penduduk. Selain itu, karena ini SUTET sangat penting bagi keandalan sistem kelistrikan, kami mengusahakan yang terbaik sebagai wujud komitmen dalam menerangi negeri,” jelas Ratnasari.

Meski pengerjaan proyek ini dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19 tidak lantas menyurutkan semangat insan PLN UIP JBB untuk terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan guna mendukung keandalan dan ketersediaan pasokan listrik kepada konsumen.

Seluruh rangkaian pekerjaan terus dilakukan semaksimal mungkin, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dengan tetap mematuhi regulasi pemerintah, serta terus menjaga Kesehatan dari seluruh tim yang terlibat dalam pembangunan.

“Kami juga semaksimal mungkin berupaya agar pembangunan dapat berjalan optimal sesuai target, tanpa mengurangi kualitas proses pekerjaan, demi keandalan instalasi kelistrikan agar dapat memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat,” tutup Ratnasari Sjamsuddin.

Share :