KONSULTASI : OSS (08116774642), SIPEKA (081325778089), WHATSAPP PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

Apakah Perekonomian Indonesia Meningkat di Tahun 2021?

Apakah Perekonomian Indonesia Meningkat di Tahun 2021?

Virus Corona (2019-nCoV) yang bermula di Wuhan, China pada akhir tahun 2019 mulai menyebar ke seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Virus Corona menyebar di Indonesia pada Maret 2020, tepatnya pada 2 Maret 2020.  Saat terdengar kabar bahwa virus Corona telah masuk ke Indonesia, pemerintah tidak menanggapi hal tersebut dengan serius. Bahkan bisa dikatakan bahwa pemerintah tak acuh terhadap hal tersebut. Tindakan-tindakan yang kurang dari pemerintah inilah yang menjadi salah satu faktor virus Corona menyebar di Indonesia dengan sangat cepat.

Banyak sektor yang sangat terdampak akibat penyebaran virus Corona tersebut, baik dari sektor sosial, pariwisata, ketenagakerjaan, dan ekonomi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sektor pariwisata merupakan sektor utama dalam menggerakan perekonomian di Indonesia. Maka dengan berkurangnya wisatawan mancanegara di beberapa tempat di Indonesia, seperti Bali, Raja Ampat, dan tempat wisata lainnya berdampak pada menurunnya perekonomian nasional.

Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang terdampak akibat pandemi yang mengalami kerugian bahkan kebangkrutan. Mengurangi jumlah karyawan merupakan pilihan bagi perusahaan untuk dapat bertahan dari masa sulit ini. Maraknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh  perusahaan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

PSBB dan PPKM

Kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus Corona adalah dengan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau yang biasa disebut PSBB. Karena tidak kunjung berhasil menekan penyebaran virus Corona, PSBB terus diperpanjang dan berganti nama. Mulai dari PSBB, PSBB transisi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level satu hingga PPKM level empat.

Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah seperti PSBB dan PPKM memang berdampak sangat buruk terhadap perkonomian negara. Namun, disisi lain hal itu merupakan langkah yang harus diambil untuk menekan penyebaran virus Corona. PSBB dan PPKM berdampak langsung pada perekonomian negara, karena dengan adanya kebijakan tersebut aktivitas masyarakat menjadi dibatasi. Tidak adanya aktivitas ekonomi serta banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan atau karena menurunnya pendapatan menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat. Padahal konsumsi rumah tangga sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Akibat dari terganggunya seluruh aktivitas yang menyebabkan penurunan ekonomi, maka pemerintah memulai sebuah program untuk memulihkan dan meningkatkan perekonomian. Program tersebut dinamakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berfokus pada peningkatan kinerja para pelaku UMKM dengan memberikan insentif pajak, pinjaman kredit, dan subsidi bunga. Dengan begitu, mereka bisa terus menjalankan usahanya selama pandemi. Tentu dengan adanya program tersebut diharapkan keadaan ekonomi Indonesia bisa kunjung membaik.

Pada tahun 2021, Pemulihan Ekonomi Nasional akan fokus pada empat kegiatan utama. Keempat kegiatan tersebut adalah belanja pada sektor kesehatan, melanjutkan stimulus fiskal agar terciptanya lapangan pekerjaan, pembelian produk-produk dalam negeri, serta belanja bantuan sosial dengan tujuan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Begitu juga dengan Bank Indonesia yang mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan ekonomi nasional. Kebijakan tersebut yakni realisasi stimulus fiskal dan stimulus moneter, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta pemberian dana kepada dunia usaha khusunya UMKM.

Sejak pembentukan program PEN di tahun 2020, pemerintah memprediksi bahwa perekonomian negara akan bangkit di tahun 2021. PEN berfokus kepada pelaku UMKM dan juga konsumsi rumah tangga karena kedua sektor tersebut memegang peranan penting dalam rangka menyukseskan program pemulihan ekonomi. Hal itu terbukti dengan membaiknya perekonomian negara pada akhir tahun 2020. Karena program PEN berjalan dengan efektif, maka program tersebut dilanjutkan pada tahun 2021.

Hasil Program Pengendalian Ekonomi Nasional

Pada kuartal I tahun 2021 perekonomian negara mulai membaik dengan minus 0,74 persen. Kemudian, pada kuartal II tahun 2021 mencapai 7,07 persen. Meningkatnya penanaman modal asing, neraca perdagangan yang mengalami surplus, meningkatnya penjualan ritel, dan keberhasilan kredit perbankan menjadi sejumlah indikator meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I tahun 2021.

Pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal II tahun 2021 juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu pulihnya perdagangan internasional yang berdampak pada peningkatan permintaan atau demand. Pulihnya perdagangan internasional berpengaruh terhadap peningkatan ekspor yang cukup signifikan. Peningkatan ekspor inilah yang menjadi faktor melesatnya ekonomi nasional pada kuartal II.

Adanya pelonggaran pembatasan aktivitas sosial dan hari raya Idul Fitri juga menjadi faktor lain mengapa ekonomi nasional melesat pada kuartal II tahun 2021. Pelonggaran aktivitas sosial pada hari raya Idul Fitri berdampak pada meningkatnya efektifitas oleh masyarakat. Masyarakat yang membelanjakan pendapatannya saat hari raya Idul Fitri seperti membeli pakaian, makanan, dan kebutuhan lainnya, secara tidak langsung telah menyebabkan perputaran siklus ekonomi. Hal itu menyebabkan meningkatnya daya beli masyarakat dan kinerja UMKM.

Kinerja beberapa sektor juga memengaruhi peningkatan ekonomi pada semester I tahun 2021 seperti sektor perhotelan, manufaktur, pertanian, kehutanan, serta perdagangan. Pertumbuhan ekonomi juga tak luput dari perhatian pemerintah dalam menekan laju penyebaran virus Corona. Gencarnya program vaksinasi massal yang dilakukan oleh pemerintah tentu sangat berdampak positif terhadap aktivitas masyarakat.

Menyebarnya virus Corona di Indonesia sejak Maret 2020, membawa Indonesia dalam kesusahan. Hampir seluruh sektor terdampak akibat adanya pandemi virus Corona ini, sehingga menyebabkan perekonomian negara mengalami kontraksi. Perekonomian negara sempat mengalami kontraksi pada tahun 2020 yang disebabkan oleh masuknya virus Corona di Indonesia. Namun dengan kebijakan- kebijakan yang diambil oleh pemerintah serta adanya dukungan dari masyarakat, perekonomian nasional bisa pulih kembali di tahun 2021. Dengan adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diharapkan perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2021 dapat terus meningkat.

Share :