KONSULTASI : OSS (08116774642), SIPEKA (081325778089), WHATSAPP PENGADUAN (082110997721)   |    dpmptsp@bantenprov.go.id

5 Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Investasi

5 Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Investasi

Investasi merupakan satu di antara banyak kegiatan positif yang bisa kamu lakukan kapan saja.

 

nvestasi merupakan satu di antara banyak kegiatan positif yang bisa kamu lakukan kapan saja. Aktivitas ini adalah salah satu cara untuk mencapai merdeka finansial.

Artinya kamu tidak perlu mengkhawatirkan mengalami kesulitan finansial di masa mendatang karena telah mempersiapkannya sejak dini melalui penanaman modal.

Tentunya ketika Anda investasi, sebaiknya Anda tak hanya siap menerima keuntungan investasi saja, tapi juga harus paham dan siap dengan risiko investasi.

Risiko investasi akan selalu ada di dalam setiap produk pilihan investasi. Namun jangan khawatir, risiko investasi bisa diminimalisir dengan cara menerapkan strategi investasi yang tepat.

Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan? Simak penjelasannya.

 

1. Mulai dengan Investasi Kecil

Mulailah berinvestasi dengan modal sedikit demi sedikit, untuk menumbuhkan rasa percaya diri Anda. Ingat tak perlu menunggu Anda banyak uang atau gaji besar baru mulai investasi. 

Anda bisa investasi dengan modal Rp100.000,-. Bahkan investasi seperti membuka tabungan emas, Anda bisa mulai dengan modal Rp10.000,-. Yakni melalui program tabungan emas di beberapa platform e-commerce.

Kuncinya, sempatkan untuk investasi. Sisihkan uang di awal untuk pos investasi. Bisa perlu buatlah bujet khusus untuk investasi, yakni 10% dari gaji Anda khusukan untuk dana investasi. Jangan di tunda-tunda ya. Daripada buat belanja kebutuhan konsumtif lebih baik Anda investasikan untuk masa depan.


2. Dapat mengatur finansial yang sehat

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengatur keuangan kamu. Pada dasarnya, uang yang kamu miliki dialokasikan pada pos-pos secara tepat, antara lain belanja, hutang, dan simpanan. 

Ketiga pos tersebut memiliki urutan yang harus diperhatikan sehingga tidak salah langkah dalam mengatur keuangan.

Investasi memang penting dan memberikan keuntungan finansial di masa mendatang. Akan tetapi aktivitas ini akan sia-sia dan bahkan menyulitkan jika cashflow tidak dalam kondisi sehat. 

Artinya, uang yang kamu miliki sebaiknya dialokasikan terlebih dahulu pada kebutuhan wajib seperti belanja kebutuhan sehari-hari, tagihan listrik, air, dan sebagainya.

 

3. Pilih Investasi yang Bisa Lawan Inflasi

Inflasi itu nyata terjadi. Disadari atau tidak, semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Nilai uang Rp100.000 di tahun 2020 saat ini sudah jelas berbeda dengan 10 tahun yang lalu.

Data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan rata-rata inflasi di Indonesia selama 5 tahun terakhir mencapai 3,16%. Bahkan di proyeksikan setiap tahunnya terjadi kenaikan inflasi sebesar 3% hingga 5%.

Tentunya, salah satu cara yang tepat untuk melawan inflasi adalah dengan investasi.


4. Mempelajari jenis instrumennya

Hal berikutnya yang perlu dipersiapkan adalah mengetahui dan memahami apa saja jenis instrumen penanaman modal. Seorang pemula yang belum pernah terjun di bidang ini tentu memiliki banyak pertanyaan. Untuk itu, sebaiknya kamu mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang berbagai jenis instrumen agar tidak salah pilih.

Ada banyak pilihan instrumen investasi yang bisa kamu pilih, seperti saham, reksa dana, obligasi, pasar uang, pendanaan P2P Lending, dan lain sebagainya. Pelajari setiap hal mengenai tiap-tiap jenis instrumen seperti profil risiko, tingkat keamanan, likuiditas, jumlah uang yang diperlukan, dan lain-lain.

 

5. Mengetahui jumlah pemasukan

Sebelum menanamkan sejumlah modal, tentunya kamu wajib mengetahui berapa banyak pemasukan yang diperoleh setiap bulannya. 

Dari jumlah pendapatan tersebut, pengalokasian dana untuk belanja wajib dan pembayaran hutang bisa dilakukan dengan tepat. Baru setelah itu, kamu dapat menentukan seberapa banyak akan berinvestasi.

Pendapatan yang besar tidak selalu berarti memiliki kesempatan penanaman modal dalam jumlah besar pula. Hal ini tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan pokok yang harus dikeluarkan terlebih dahulu. 

Apabila kamu tidak memiliki tanggungan hutang, maka persentase investasi kemungkinannya lebih besar. Tetapi jika hal tersebut tidak memungkinkan, lebih baik ditunda saja dulu.
Share :