Pemkab Tangerang Dorong Peningkatan Investasi Pariwisata


Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mendorong peningkatan investasi bidang pariwisata terutama di kawasan pesisir karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dilansir dari Antara, Senin (11/2), Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Iklim dan Promosi Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Tangerang, Hadiyanto mengatakan, pihaknya sudah menawarkan agar potensi wisata segera digarap.

Menurutnya, pihaknya telah beberapa kali ikut pameran investasi di Jakarta dan daerah lain karena saat ini pariwisata belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sebagai contoh objek wisata bahari di Desa Tanjung Kait, Kecamatan Mauk dan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga yang digarap oleh penduduk setempat.

Padahal pesona pantai Laut Jawa yang berbatasan dengan DKI Jakarta itu bila dimanfaatkan mendatangkan pendapatan bagi investor juga penduduk setempat.

Demikian pula wisata bahari di Kecamatan Kronjo setiap akhir pekan wisatawan lokal dan dari Jakarta mendatangi lokasi itu untuk menikmati kuliner dan tempat religi.

"Komitmen kami bahwa investor yang berani menanamkan modal sektor pariwisata mendapatkan kemudahan perizinan," katanya.

Selama ini investasi bidang industri di daerah ini merupakan primadona karena mendatangkan pemasukan ke kas daerah. Namun, pihaknya berupaya agar investor juga melirik bidang lain seperti pariwisata.

Pengusaha dalam dan luar negeri, katanya, yang menanamkan modal di daerah ini sudah banyak, tapi untuk menggarap pariwisata perlu perhatian lebih.

Dia menambahkan, pihaknya telah menetapkan zona pariwisata di daerah itu untuk memberikan kemudahan berinvestasi.

Penetapan zona pariwisata itu telah ditetapkan oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemkab Tangerang.

Peningkatan investasi bidang pariwisata juga selaras dengan Program Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2024.

Terpisah, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengharapkan pengusaha perhotelan dan pusat perbelanjaan memasarkan produk usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah itu untuk meningkatkan pendapatan warga setempat.

"Upaya tersebut dapat diandalkan karena selama ini mengalami kesulitan sehingga produk UKM tidak dikenal," kata dia.

Ahmed mengatakan produk UKM di wilayah itu beragam mulai dari makanan, minuman, kerajinan bambu, batik serta sepatu.

Dia mengatakan jika pengusaha pusat perbelanjaan bersedia menampung usaha itu maka pelaku UKM tidak mengalami kendala dalam pemasaran.

Seperti contoh pemilik sebuah hotel di Kecamatan Kelapa Dua telah memajang produk UKM kerajinan sehingga dilirik oleh pengusaha dari luar negeri.

Sedangkan UKM pembuatan topi bambu dan sajadah telah mendapatkan pasar setelah ada pengusaha bersedia menampung meski masih dalam jumlah kecil.

Pihaknya berharap pengusaha hotel juga dapat menyuguhkan makanan dan minuman lokal dalam acara seminar atau pertemuan agar dapat dikenal.

Bahkan makanan camilan lokal seperti keripik singkong dan serupuk udang dapat disuguhkan kepada tamu di hotel atau pada acara pertemuan lainnya.

Menurut dia jika produk UKM berkembang tentunya dapat mengurangi tingkat pengangguran usia produktif yang belum mendapatkan kesempatan kerja.[]


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan