Jokowi: Mohon Maaf, Ekspor-Investasi RI Sudah Tertinggal


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain dalam urusan investasi maupun ekspor. Hal itu masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk dibenahi. 

Hal tersebut dikemukakan kepala negara dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (12/2/2019). 

"Mohon maaf saya harus ngomong apa adanya. Urusan ekspor, urusan investasi, kita udah ditinggal. Singapura tinggal kita, Malaysia ninggal, Thailand ninggal kita," kata Jokowi.

"Filipina ninggal kita, Vietnam baru saja ninggal kita. Apakah kita mau nanti ditinggal oleh Laos? Ditinggal oleh Kamboja? Ndak. Saya sampaikan ndak," tegasnya.

Atas dasar inilah, kata Jokowi, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir begitu gencar membangun infrastruktur untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional di kancah internasional.

"Karena ini merupakan fondasi, prasyarat bagi kita dalam rangka bersaing, berkompentensi dengan negara-negara lain. Tanpa itu, jangan harap kita bisa bersaing dengan negara tetangga kita," katanya.

Jokowi pun menceritakan, bagaimana konstruksi tol Jagorawi yang pernah 'diintip' oleh Malaysia, Thailand, Vietnam, bahkan China. Namun 40 tahun setelahnya, Indonesia hanya mampu membangun 780 kilometer jalan tol.

"Negara lain yang lihat kita, Malaysia itu bisa bangun 1.800 jalan tol. Tetapi kalau dibandingkan yang paling ekstrem adalah China bisa membangun 280.000 kilometer. Ini fakta yang harus saya sampaikan," jelasnya.
Jokowi pun menegaskan pemerintah tidak akan berhenti menggencarkan pembangunan infrastruktur. Apalagi, pembangunan infrastruktur memiliki dampak yang cukup signifikkan terhadap perekonomian sekitar.
"Sekali lagi yang namanya, jalan, pelabuhan, pembangkit listrik, terus. Kita harus kerjakan dan paralel dengan nantinya program-program yang lain," tegasnya.[]


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan