Iklim Investasi Positif, Banten Buka Kran Untuk Investor


Pertumbuhan investasi Provinsi Banten terus menunjukan iklim yang positif. Dalam level nasional, dari tahun 2010-2017 realisasi penanaman modal Provinsi Banten selalu menempati sepuluh besar. Di tahun 2016, PMA  Provinsi Banten menmpati urutan ke-5 setelah Jawa Tengah dengan nilai investasi 515,20 juta US$ dan PMDN menempati urutan ke-4 setelah Jawa Barat dengan realisasi invstasi sebesar Rp. 5,48 triliun.

Tahun 2017 Banten selalu masuk dalam jajaran 5 besar sebagai daerah tujuan investasi. Bahkan, Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Banten, total realisasi investasi Provinsi Banten tahun Triwulan II (April-Juni) Tahun 2017 sebesar Rp. 11,46 triliun dengan 1.439  proyek.

“Keberhasilan realisasi investasi  Banten dari Januari-Juni mecapai 168,79 persen terhadap target daerah dan 38,45 persen terhadap target nasional,” jelas Kepala Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana.

Adapun target realisasi investasi untuk daerah sebesar Rp. 14,1 triliun dan Rp. 61,9 triliun untuk target nasional. Pihaknya optimis, Provinsi Banten mampu mengejar target yang ditetapkan oleh pemerintah, mengingat tahun sebelumnya Banten berhasil melampaui target yang ditentukan. Pada tahun 2013-2016 tren realisasi investasi cenderung mengalami kenaikan. Tahun 2013, total investasi sebesar Rp. 43 triliun, 2014  sebesar 33,5 triliun, tahun 2015 sebesar Rp 45,03, dan tahun 2016 sebesar Rp. 52,33.

Capaian investasi tersebut merupakan indikator bahwa iklim dan potensi penanaman modal di Banten sangat kondusif. Keniakan target investasi tersebut membutuhkan kerja keras dan sinergitas semua pihak, mulai dari Dinas Penanaman Modal dan  PTSP Kabupaten/kota, dan stakeholder.

Serap Tenaga Kerja

Pertumbuhan investasi di Banten tentu memiliki dampak positif bagi pertumbuahn ekonomi daerah. Masuknya kegiatan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) secara tidak langsung memberikan efek positif bagi Provinsi Banten, seperti terbukanya peluang tenaga kerja dan mendorong pendapatan asli daerah. Tren investasi tersebut juga diikuti oleh semakin luasnya lapangan pekerjaan di Banten.

Jumlah serapan tenaga kerja tahun 2013 mencapai 83,070 persen dan terus meningkat hingga tahun 2016 dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 86,101 persen. Tak hanya itu, adanya investasi asing juga membuat pengelolaan manajemen modal di Banten semakin tertata dengan baik sehingga memberi hasil dan pengaruh yang positif.

Kendati demikian, kegiatan penanaman modal di Banten masih menemukan beberapa kendala, diantaranya kurang disiplinnya perusahaan dalam melaporkan kegiatan penanaman modal (LKPM). Padahal, keterbukaan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dibuat oleh perusahaan merupakan bukti kegiatan penanaman modal sehingga pemerintah dapat mengukur realisasi investasi oleh suatu perusahaan. LKPM juga dibutuhkan untuk memeriksa dan mengawasi kegiatan investasi di Banten. Ketersediaan infrastruktur juga menjadi perhatian penting dalam mendongkrak pertumbuhan investasi di Banten. Pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang sangat menunjang kegiatan investasi.

“Sektor investasi pariwisata sangat prospektif. Ini juga jadi fokus kita. Keberadaan jalan Tol Serang-Panimbang menjadi akses penting dalam mendorong pertumbuhan investasi wisata di Banten Selatan seperti Pandeglang,” jelas Wahyu.

Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim percaya, kegiatan investasi mampu mendongkrak jumlah tenaga kerja di Banten. Selain dampak langsung penyerapan tenaga kerja, program investasi padat karya juga menunjukan bahwa Banten masih menarik dan kompetitif bagi inevstasi padat karya. Penguatan ekonomi fundamental perekonomian daerah berbasis ekonomi kerakyatan patut mendapat prioritas kebijakan jangka pendek guna memulihkan daya saing perekonoman serta daya beli masyarakat.

Untuk menunjang kondusifitas investasi tentu banyak dukungan dari pemerintah pusat ke Banten seperti komitmen presiden yang mendukung pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang 83 kilometer. Ini merupakan semangat baru dalam mendongkrak potensi yg ada di KEK Tanjung Lesung. Perlunya aksesibilitas atau infrastiktur. Karena itu menjadi salah satu alasan untuk wisatawan ataupun inveator dtg ke Tanjung Lesung atau Banten. Ini akan membangkitkan sektor investasi baru dan akan menjadi revolusi deatinasi di Banten.

“Kami yakin sektor pariwisata memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan investasi di Banten,” ujarnya.

Sektor Investasi di Banten

Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMA ialah Perdagangan dan Reparasi dengan 246 proyek dan investasi Rp. 484.63 miliar, Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik dengan 150 proyek dan  investasi Rp. 671 miliar, dan industri kimia/farmasi sebanyak 147 proyek dan investasi Rp. 1,3 triliun.  Sementara pada sektor PMDN, investasi yang paling banyak diburu ialah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik sebanyak 57 proyek dan investasi Rp. 104,03 miliar, industri kimia dasar dan farmasi sebanyak 34 proyek dan investasi Rp. 57,19 miliar, dan Industri karet, barang dari karet dan palstik sebanyak 31 proyek dan investasi Rp. 48,18 miliar.

Sebaran Wilayah Investasi 

Dari sebaran investasi dari TW II Tahun 2017, porsi  realisasi investasi  tertinggi PMA berada di Kabupaten Tangerang sebanyak 505 proyek dengan nilai investasi Rp.3,31 triliun, selanjutnya berturut-turut Kota Serang sebanyak 9 dengan nilai investasi Rp. 2,36 triliun, Kota Cilegon sebanyak 103 proyek dan nilai investasi Rp. 1,67 triliun,  Kabupaten Serang sebanyak 180 proyek dan Rp. 1,48 triliun, Kota Tangerang sebanyak 220 proyek dan nilai investasi Rp. 475,36 miliar, Kota Tangerang selatan sebanyak 127 proyek dan Rp. 110,51 miliar, dan Kabupaten Lebak sebanyak 15 proyek dan Rp. 2,65 miliar. 

Sementara itu, Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), posisi Kabupaten Tangerang bertengger di urutan pertama sebagai daerah dengan nilai investasi tertinggi. Dengan rincian, investasi Kabupaten Tangerang sebanyak 121 proyek dengan nilai investasi Rp. 1,25 triliun, selanjutnya berturut-turut diikuti oleh Kota Cilegon sebanyak 28 proyek dan nilai investasi Rp. 239 miliar, Kabupaten Serang sebanyak 48 proyek dan nilai investasi Rp. 195,09 miliar, Kota Tangerang sebanyak 55 proyek dan nilai investasi 194 miliar, Kota Serang sebanyak 6 proyek dan nilai investasi 85,32 miliar, Kota Tangerang Selatan sebanyak 15 proyek dan nilai investasi Rp. 44,32 miliar, dan Kabupaten Pandeglang sebanyak 2 proyek dan nilai investasi Rp 22,26 miliar. [Adv]

 

 


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan