Proyek PLTU di Banten akan Serap Tenaga Kerja 10 Ribu Orang


Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Sofyan Basir menyatakan, empat proyek pembangkit listrik di Banten telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10 ribu orang. Adapun nilai investasinya mencapai Rp100 triliun.

"Dari seluruh proyek tersebut total investasi lebih kurang Rp100 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 10 ribu orang. Kehandalan kelistrikan tanah air menjadi yang utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga," sebut Sofyan di lokasi PLTU IPP Jawa 7, Banten, Jawa Barat, Kamis 5 Oktober 2017.

Jika dijabarkan dari empat proyek tersebut, sebanyak tiga proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) IPP memiliki kapasitas 4.000 megawatt (mw), dan satu proyek PLTU berkapasitas 660 mw.‎

‎Sofyan menyebutkan, pembangunan PLTU di wilayah Banten memberikan banyak dampak bagi sekitarnya, dan diharapkan bisa membantu perekonomian Banten. Pastinya, bisa mengurangi tingkat pengangguran dengan adanya lapangan kerja yang baru.

Menurut Sofyan Basir, PLTU IPP Jawa 7 memiliki kapasitas 2x1000 mw, dengan investasi Rp35 triliun. PLTU IPP Jawa 7 dikembangkan oleh konsorsium Shenhua Guohua dan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi, proyek tersebut ditargetkan rampung pada April 2020. Melalui skema power purchasing agreement, PLN membeli listrik dengan harga USD4,2 cent per kwh.

Kemudian, proyek PLTU IPP Jawa 9-10, dibangun sebagai tambahan pembangkit untuk sistem Jawa Bali. Kapasitasnya sebesar 2.000 mw. Pembangunan PLTU jawa 9-10 ini merupakan perluasan dari PLTU Suralaya 1 sampai 8 yang memiliki kapasitas sebesar 4.000 mw.

Pembangkit listrik Jawa 9-10, sambung dia, juga menggunakan mesin ultra super critical. Total nilai investasi untuk Suralaya 9-10 ini mencapai Rp46 triliun yang merupakan proyek konsorsium dari PT Indonesia Power 51 persen dan Barito Wahana Lestari 49 persen.

Untuk PLTU IPP Banten kapasitasnya 1x660 mw bernilai investasi Rp18 triliun. Letaknya di Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. PLTU ini sudah ‎beroperasi sejak pertengahan 2017.

Dalam mendukung proyek infrastruktur kelistrikan di Banten, PLN juga membangun coal terminal banten atau terminal batubara yang mempunyai kemampuan untuk mencampur batubara dengan berbagai spesifikasi yang masih ada didalam rentang spesifikasi batubara PLTU PLN di Jawa bagian Barat khususnya PLTU Suralaya, Labuan, Pelabuhan Ratu, Lontar dan PLTU Jawa 7. Pembangunan terminal batubara menelan dana investasi lebih kurang Rp2 triliun. Nantinya, terminal ini mampu menampung hingga 20 juta ton batu bara.[]



 


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan