Dorong Investor Berinvestasi, Banten Siapkan Layanan Infrastruktur


Tak hanya diuntungkan lantaran posisinya yang dekat dengan ibu kota, Provinsi Banten selalu menjadi pilihan menarik bagi para investor dari berbagai mancanegara. Sebabnya, wilayah paling Barat Pulau Jawa ini juga memiliki keunggulan di sektor lainnya, sebut saja pariwisata, jasa, perdagangan, dan properti. Kekayaan potensi tersebut mengundang investor dari berbagai mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, dan lain-lain.

Secara makro investasi di Provinsi Banten menjadi beberapa kluster dengan fokus yang berbeda-beda. Wilayah Kota Serang, Cilegon, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang difokuskan untuk pengembangan sektor jasa perdagangan, domestik, serta ekspor-impor. Wilayah ini juga akan dikembangkan sebagai kawasan industri jasa properti untuk usaha atau bisnis maupun pemukiman.

Adapun Kabupaten Tangerang, Serang, Kota Serang, dan Cilegon ditujukan untuk industri hulu sampai hilir, seperti logam dasar dan kimia. Sedang wilayah Banten Selatan yang meliputi Kabupaten Pandeglang dan Lebak difokuskan untuk pengembangan sektor primer, yakni perkebunan, pengolahan hasil sektor pertanian, perikanan darat dan laut, industri tambang, dan pariwisata.

Banten Siapkan Investasi Infrastruktur

Menyadari sebagai tujuan investasi dunia, Banten terus berbenah. Layanan infrastruktur sebagai penunjang dan katalisator bagi kegiatan investasi terus diperbaiki. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana menegaskan, infrastruktur merupakan layanan utama yang menjadi kunci keberhasilan kegiatan penanaman modal. Tanpa didukung oleh infrastruktur yang memadai, meski memiliki segudang potensi, tak bernilai jual.

“Kita ingin investor betah dan nyaman berinvestasi di Banten. Infrastruktur yang baik tentu akan mempengaruhi ketertarikan investor. Apalagi kita punya Bandara Soekarno Hatta dan pelabuhan Merak,” tegas Wahyu dalam forum penanaman modal, baru-baru ini.

Menurutnya, prioritas pembangunan infrastruktur dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.  Melalui Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Strategis Nasional, Presiden Jokowi memberikan "tugas khusus" kepada pemprov Banten, yakni untuk mengerjakan 12 proyek nasional. Diantaranya, pembangunan Tol Serang-Panimbang, Tol Kunciran-Serpong, Tol Serang-Cinere, dan Tol Serpong-Balaraja.

Kemudian, proyek kereta api ekspres Seokarno Hatta-Sudirman, dan pengembangan Bandara Soetta. Lainnya, pembangunan terminal elpiji Banten kapasitas 1 juta ton per tahun, energi asal sampah kota-kota besar di Tangerang, Waduk Karian, KEK Tanjung Lesung, serta percepatan infrastruktur transportasi, listik, air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSN) Tanjung Lesung. [Adv]

 


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan