Pemprov Banten Garap Investasi Sektor Wisata


Peluang potensi investasi di sektor pariwisata saat ini tengah menjadi perhatian pemerintah. Sebagai salah satu destinasi dari 10 destinasi prioritas nasional, Kawasan Pantai Tanjung Lesung kini tengah menjadi pusat perhatian. Apalagi, pada 2019 pemerintah menargetkan kunjungan 1 Juta turis ke Tanjung Lesung.

Seperti diketahui, KEK Tanjung Lesung memiliki luas area 1.500 Ha dengan potensi pariwisata yang beragam, antara lain keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna serta kekayaan budaya yang eksotis. Selama tahun 2016 tercatat jumlah kunjungan wisatawan sejumlah 570.000 orang dan ditargetkan meningkat hingga 6,1 juta wisatawan saat beroperasi penuh pada 2020.

Beberapa pilihan investasi kini ditawarkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Pengelola kawasan mengundang para operator berpengalaman yang sedang dicari sekarang di bidang-bidang seperti olahraga laut, ekowisata, manajemen klub, manajemen hotel dan lain-lain.

Pengelola kawasan itu juga akan mempertimbangkan proposal dari pengembang resor utama, atau investor yang dapat menunjukkan keahlian relevan dan track record yang sudah terbukti. Di lokasi itu nanti akan dibangun marina lengkap dengan fasilitas penunjangnya, lapangan golf pertama di dalam kawasan, dan kawasan perumahan berkualitas tinggi.

Di dalam KEK pariwisata Tanjung Lesung disediakan prasarana infrastruktur lengkap seperti jalan, listrik, jaringan internet, telepon, gas, jaringan fiber optik hingga penyediaan air bersih dan pengolahan air limbah. Prasarana itu akan dioperasikan dengan kebijakan ramah lingkungan dan mempunyai kapasitas yang dapat mendukung pertumbuhan kawasan di masa mendatang. Di lokasi ini, kebutuhan taman rekreasi semacam ‘Disney Land’ mini sangat mungkin, mengingat belum adanya taman bermain anak, apalagi kunjungan wisatawan Tanjung Lesung terus mengalami peningkatan.

Ei-comerce

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai pariwisata dan e-commerce sebagai sektor paling strategis untuk menarik investasi yang berkualitas. Investasi menjadi satu di antara program prioritas yang dijalankan pemerintah. Pariwisata menjadi unggulan karena mayoritas berada di sektor jasa. Pariwisata juga merupakan komoditas yang paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level bawah masyarakat.

Pariwisata dinilai paling cepat menghasilkan. Dampak kepada lapangan kerjanya cepat dan penghasilan devisanya jalan. Selain itu, sektor jasa juga meningkat karena semua layanan pariwisata dilakukan oleh tenaga manusi.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memaparkan aliran modal yang masuk (capital inflow) di sektor perdagangan elektronik (e-commerce) mencapai US$2 miliar-US$3 miliar per tahun. Angka itu disebut-sebut mencapai 15 persen-20 persen dari total investasi yang masuk. Mengingat peluang dan potensi pada perdagangan elektronik, para pelaku industri pariwisata dan kreatif di Banten mulai menyentuh sektor e-commerce. Promosi produk pariwisata melaului jejaring internet dan media sosial telah dilakukan oleh banyak pelaku industri kreatif di Banten.[Adv]


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan