Banten Potensial Invetasi Industri Kreatif dan Seni Budaya


Menyadari kekayaan budaya dan kesenian Banten harus memiliki dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, Pemerintah Provinsi Banten terus melestarikan budaya dan kesenian Banten yang jumlahnya kini mencapai ratusan. Denyut kebudayaan dan kesenian di Banten yang terus hidup telah melahirkan berbagai bidang usaha lainnya, yakni ekonomi kreatif. Tumbuhnya industri kreatif baik di kawasan pariwisata maupun pusat pertumbuhan kesenian Banten telah nyata memberikan ruang bagi masyarakat Banten dalam membuka lapangan kerja sendiri.

Kepala Dinas Penanaman Modal danPelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Wahyu Wardhana mengatakan, kegiatan budaya dan kesenian telah menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Banten. Menurut Wahyu, budaya dan kesenian mampu menghipnotis pengunjung dari berbagai daerah.

“Kesempatan ini akhirnya dimanfaatkan oleh para pelaku usaha industri kreatif dan UMKM untuk menjadi ladang mata pencaharian dengan membuat souvenir dan oleh-oleh khas Banten,” kata Wahyu.

Upaya peningkatan ekonomi melalui sektor industri kreatif dan kesenian-budaya pada akhirnya telah berhasil menggerakan roda pereknomian daerah.  Untuk menarik minat para investor, Dinas Penanaman Modal danPelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, sebagai leading sector penanaman modal dan perizinan, secara intens terus melakukan promosi potensi investasi di Banten, tak terkecuali investasi di sektor industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Usaha industri kreatif juga bagian dari  upaya pemberdayaan masyarakat di dunia usaha. Investasi sektor industri kreatif juga memberi peluang bagi investor domestik dalam mengembangkan usahanya,” kata Wahyu. 

Kendati demikian, kegiatan penanaman modal di Banten masih menemukan beberapa kendala, diantaranya kurang disiplinnya perusahaan dalam melaporkan kegiatan penanaman modal (LKPM). Padahal, keterbukaan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dibuat oleh perusahaan merupakan bukti kegiatan penanaman modal sehingga pemerintah dapat mengukur realisasi investasi oleh suatu perusahaan.

LKPM juga dibutuhkan untuk memeriksa dan mengawasi kegiatan investasi di Banten. Ketersediaan infrastruktur juga menjadi perhatian penting dalam mendongkrak pertumbuhan investasi di Banten. Pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang sangat menunjang kegiatan investasi.

“Sektor investasi pariwisata sangat prospektif. Ini juga jadi fokus kita. Keberadaan jalan Tol Serang-Panimbang menjadi akses penting dalam mendorong pertumbuhan investasi wisata di Banten Selatan seperti Pandeglang,” jelas Wahyu.

Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim percaya, kegiatan investasi mampu mendongkrak jumlah tenaga kerja di Banten. Selain dampak langsung penyerapan tenaga kerja, program investasi padat karya juga menunjukan bahwa Banten masih menarik dan kompetitif bagi inevstasi padat karya. Penguatan ekonomi fundamental perekonomian daerah berbasis ekonomi kerakyatan patut mendapat prioritas kebijakan jangka pendek guna memulihkan daya saing perekonoman serta daya beli masyarakat.

Untuk menunjang kondusifitas investasi tentu banyak dukungan dari pemerintah pusat ke Banten seperti komitmen presiden yang mendukung pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang 83 kilometer. Ini merupakan semangat baru dalam mendongkrak potensi yg ada di KEK Tanjung Lesung. Perlunya aksesibilitas atau infrastiktur. Karena itu menjadi salah satu alasan untuk wisatawan ataupun inveator dtg ke Tanjung Lesung atau Banten. Ini akan membangkitkan sektor investasi baru dan akan menjadi revolusi deatinasi di Banten.

“Kami yakin sektor pariwisata memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan investasi di Banten,” ujarnya.[Adv]


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan