Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan Tarik Minat Investasi


Pemerintah tengah menyiapkan insentif tambahan guna menarik investasi. Saat ini Kementerian Koordinator bidang Perekonomian bersama kementerian terkait sedang menyiapkan insentif berupa pengurangan Daftar Negatif Investasi (DNI) serta pengurangan pajak.

"Besok kita finalisasi mudah-mudahan besok selesai dengan seluruh menteri terkait, menteri teknisnya," kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 8 November 2018, dilansir medcom.id.

Revisi terhadap DNI diharapkan bisa menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di beberapa sektor di Indonesia. Revisi DNI akan disinkronisasi dengan kebijakan insentif pajak berupa super tax deduction, yang juga diharapkan bisa menarik minat investasi.  Dirinya menambahkan, usai rapat di tingkat menteri maka kebijiakan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Diharapkan awal pekan depan, paket kebijakan atau kebijakan masing-masing sudah bisa diluncurkan sehingga bisa akhirnya bisa membantu perekonomian.

Meski melakukan revisi terhadap DNI, pemerintah akan tetap melindungi industri dalam negeri dari seruan asing. Oleh karena itu, Susiwijono menyebut, akan ada persyaratan seperti kepemilikan dari penanaman modal asing (PMA) yang tetap diawasi.

"Kalau diperluas usaha, kan dikurangi DNI, dari sekian tinggal sekian. Dengan beberapa persyaratan termasuk kepemilikan PMA, itu kita bahas bersama. Kita butuh Investasi asing tapi kita harus melindungi dalam negeri, kita harus balance di sana," pungkasnya.[]


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan