Jokowi Minta Yamaha Tambah Investasi di Indonesia


Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Yamaha untuk meningkatkan ekspor dan investasinya di Indonesia. Bahkan Mantan Gubernur DKI Jakarta ini siap menerima aduan dari Yamaha jika dalam proses investasinya mengalami hambatan. Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat meresmikan pelepasan ekspor ke 1,5 juta motor Yamaha yang diproduksi di Indonesia oleh PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. 

"Saya sangat menghargai apa yang dilakukan PT Yamaha. Saya ingin mendengar rencana Yamaha Indonesia seperti apa, target ekspor, kemudian negara-negara mana yang perlu penetrasi lebih besar lagi," ujar dia di kawasan Pulogadung, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Selain ekspor, Jokowi juga berharap produsen motor asal Jepang tersebut meningkatkan investasinya di Indonesia. ‎

"Dan juga saya ingin mendengar investasi yang mau ditanamkan berapa lagi, apa yang bisa dibantu dari Kementerian Perindustrian, dari kementerian lain. Kemudian hambatan-hambatan apa yang ada dalam berinvestasi di negara kita. Karena saya tidak mau ada hambatan-hambatan misalnya urusan perizinan masih lama. Sampaikan ke menteri. Kalau enggak mempan, sampaikan kepada saya," jelas dia.

Jokowi menuturkan, Yamaha merupakan produsen otomotif dunia yang telah lama masuk dan investasi di Indonesia. Oleh sebab itu, dia yakin Yamaha akan lebih lama berada di Indonesia dan melakukan banyak ekspansi.

"Karena saya lihat Yamaha sudah menjadi kawan lama di dunia usaha di Indonesia. Sudah sejak 1974. Artinnya sudah 44 tahun. Ini harus dihargai, harus diapresiasi. Saat itu umur saya masih 13 tahun, Yamaha sudah masuk ke Indonesia. Saya yakin Yamaha lebih lama lagi di indonesia dan terus berkembang dan besar," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pelepasan ke 1,5 juta ekspor motor Yamaha yang diproduksi di Indonesia. Sejak berinvestasi di Indonesia hingga saat ini, produsen motor asal Jepang tersebut telah mengekspor motornya hingga 1,5 juta unit. Jokowi menyambut baik ekspor yang dilakukan Yamaha ini. Menurut dia, hal tersebut bisa membantu Indonesia keluar dari defisit neraca perdagangan.

"Negara kita ini memiliki problem besar, yaitu impor lebih besar dari ekspor. Ini problem besar yang bertahun-tahun belum kita atasi. Oleh sebab itu saya sangat senang hadir di sini, di PT Yamaha, karena di 2014 produksi untuk ekspor saat itu 23 ribu motor, sekarang 338 ribu motor. nanti akan kita launching ekspor yang ke 1,5 juta, ini jumlah yang sangat besar sekali," ujar dia di kawasan Pulogadung, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Jokowi mengungkapkan, selain ekspor yang besar, motor produksi Yamaha juga telah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi, yaitu sebesar 94 persen. Dengan demikian, produk tersebut memberikan nilai tambah yang besar bagi Indonesia.

"Pertama, ekspornya tinggi. Kedua, investasinya juga besar. Ketiga, komponen lokal pun banyak, mencapai 93-94 persen. Ini jumlah yang sangat besar. Kandungan lokalnya sangat tinggi. Investasi-investasi seperti ini yang terus kita cari, karena kalau untuk ekspor tapi bahan bakunya dari impor, ini yang sering menyebabkan defisit neraca perdagangan," kata dia.

Ke depannya, Jokowi berharap Yamaha terus meningkatkan ekspornya ke negara lain. Jika saat ini porsi yang diekspor hanya 25 persen dari total produksinya, Jokowi ingin ditingkatkan menjadi  75 persen.

"Oleh karena ini saya menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh PT Yamaha. Pasar dalam negeri berapa? 25 persen ekspor, 75 persen untuk dalam negeri. Ya tapi 5 tahun dibalik. Kita sudah menguasai, 45 negara," tandas dia.

Sebagai informasi, saat ini Yamaha telah mengekspor sepeda motor dengan jenis XMAX, NMAX, LEXI, AEROX, YZF-R3, YZF-R25, MT-03, YZF-R15, MX-King dan beberapa model lain ke 45 negara di 5 benua.  Adapun negara tujuan ekspornya antara lain Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Prancis, dan negara-negara di kawasan Asia, Afrika serta Australia.[]

 

 


Jadwal Sholat


Prakiraan Cuaca


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan